Namun, yang paling penting dari kegiatan ini adalah bagaimana terus mengembangkan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di Indonesia, khususnya Kota Surabaya. Karena itu, Wali Kota Risma berharap, melalui kegiatan pameran seperti ini dapat mengundang buyer-buyer dari luar Kota Surabaya, bahkan mancanegara.
“Ini adalah ajang untuk menaikkan omset dan produk mereka untuk lebih dikenal dan dikonsumsi masyarakat. Saya berharap bisa mengundang dari luar Kota Surabaya untuk bisa menjadi buyer dimulai dari event ini,” harapnya.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surabaya, Wiwik Widayanti menyampaikan, selama dua hari animo kedatangan masyarakat diluar dugaan. Masyarakat berbondong-bondong datang dari mulai buka sampai tutup masih ramai. “Ramai, animo masyarakat sangat luar biasa,” kata Wiwik di sela-sela pameran.
Ia menjelaskan, tahun ini Surabaya Great Expo diikuti 184 peserta dengan 197 stand. Mereka terdiri dari pelaku UMKM, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta berbagai sektor pengusaha-pengusaha lain. “Ada 20 an peserta dari luar Kota Surabaya, seperti NTT (Nusa Tenggara Timur), NTB (Nusa Tenggara Barat), Mataram, dan Sumbawa itu ikut semua,” jelasnya.
Selain acara pameran, SGE 2019 juga menawarkan slot-slot edukasi seperti workshop. Bahkan, dalam event itu pihaknya juga menyediakan fasilitas layanan on the spot untuk masyarakat. Seperti HAKI, Merk, Hak Paten, layanan Kependudukan, Kesehatan, serta layanan keuangan dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan).
Setidaknya ada 10 BUMN dan tujuh BUMD yang terlibat dalam event ini. Selain itu, juga ada lima perguruan tinggi dan sekolah, lima assosiasi terkait, 10 perusahaan swasta, tujuh kuliner, 12 UMKM Binaan dan 18 UMKM Mandiri yang meramaikan gelaran tahunan tersebut. (wt)





