Khofifah Ajak Generasi Z Perkuat  Nasionalisme dan Toleransi

Khofifah Ajak Generasi Z Perkuat  Nasionalisme dan Toleransi
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memberikan paparan didepan civitas akademika UNS Solo,Jawa Tengah. (wartatransparansi/ist)

SOLO – Dihadapan 8.600 mahasiswa baru (Maba) Universitas Sebelas Maret Solo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan penguatan kepada  generasi Z agar kerja keras, kerja cerdas dan berkualitas  untuk mencapai berbagai  kemajuan menuju generasi emas  di tahun Indonesia emas 2045.

Khofifah membandingkan bagaimana hebatnya  generasi zaman dulu terutama pra kemerdekaan  Seperti tokoh pejuang kemerdekaan Bung Karno, Bung Hatta, Panglima Besar Jendral Sudirman, hingga KH Wahid Hasyim.

Bung Karno di usianya yang ke 29 tahun,  sudah mendirikan sebuah partai. Begitu juga Bung Hatta, di usianya ke 24 tahun, sudah membentuk organisasi pergerakan Perhimpunan Indonesia.

Bung Hatta  tidak berpikir  hanya lingkup Bukittinggi atau Sumatera Barat. Yang beliau  pikirkan adalah Indonesia,” kata Gubernur Khofifah saat memberikan Kuliah Umum Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang dilaksanakan di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram, SH, Universitas Sebelas Maret, Solo, Jawa Tengah, Rabu.

Khofifah Ajak Generasi Z Perkuat  Nasionalisme dan Toleransi

Usai memberikan kuliah umum didepan mahasiswa baru Universitas Sebelas Maret (UNS), Gubernur Jatim menerima tanda kenang kenangan. (wartatransparansi/ist)

Begitu juga dengan KH Wahid Hasyim. Di usianya yang masih sangat muda  yaitu 30 tahun,  sudah menjadi anggota BPUPKI. Yang bahkan menjadikan ayahanda Presiden Indonesia ke 4 KH Abdurrahman Wahid itu menjadi anggota BPUPKI termuda.

Mantan Menteri Sosial ini ingin menguatkan semangat mahasiswa yang saat ini termasuk kategori   Generasi Z, (menurut time line teori generasi, generasi Z merupakan generasi yang lahir antara tahun 1995 sampai 2010), sehingga saat ini sudah ada yang berusia 24 tahun. Berarti saat Indonesia Emas akan memasuki usia 49 tahun. Merekalah yang secara skala usia akan menempati posisi strategis di berbagai lembaga dan  sektor. Oleh karena itu komitmen ke- Indonesiaannya harus kuat. Nasionalismenya kuat.  Penuh toleransi dan moderasi.  Dan dapat menghasilkan  karya yang luar biasa untuk bangsa dan negara.

Tokoh muda Indonesia saat ini  juga banyak yang bisa dijadikan referensi. Ada Nadhim (founder Gojek)  juga Belva (founder Ruang Guru) yang punya murid sebanyak 13 juta orang. Di bidang pertanian juga ada, olah raga cukup banyak, seni budaya juga banyak. Tetapi saat yang sama kita juga punya pe er generasi Z  yang terpapar radikalisme juga ada, terpapar narkoba juga ada,” kata Khofifah.