Dalam hal tersebut, sebut Emil, Pemprov. Jatim telah meluncurkan Millenial Job Center (MJC) beberapa waktu lalu. MJC sendiri merupakan wadah dan sarana bagi para talent untuk mengembangkan keterampilannya dengan didampingi seorang mentor.
Setelah Transformation Enabler telah siap, maka hal selanjutnya adalah Core Competence atau Kompetensi Inti. Wagub Emil menjelaskan, bahwa dari segi akademik pun harus tetap didukung guna menghasilkan inovasi-inovasi yang lebih peka sosial. Selain keterampilan berbasis milenial, masih dibutuhkan empat kompetensi dasar yaitu Science, Technology, Engineering, Mathematic (STEM).
“Engineer yg tidak peka sosial, inovasinya tidak akan laku. Maka dari itu Core Competence sangatlah penting,” terang Emil.
Hal terakhir, jelas Wagub Emil adalah dukungan dari lingkungan. Dukungan tersebut difokuskan pada aspek pendanaan. Dirinya menyebut, funding yang paling sesuai dengan industri 4.0 adalah sistem FinTech (Financial Technology) yang mengarah pada cashless society.
Kepada para peserta seminar yang kebanyakan adalah mahasiswa dan pengusaha muda itu, Wagub Emil berharap, agar ketiga hal tersebut bisa dijalankan dengan baik dan mendapat dukungan dari semua pihak
“Saya percaya bahwa kemajuan Jawa Timur tidak akan terwujud tanpa kontribusi dari akademisi dan perguruan tingginya,” tutupnya. (fir)