Pascagempa Malut, 6 Meninggal 3.104 Jiwa Mengungsi

Pascagempa Malut, 6 Meninggal 3.104 Jiwa Mengungsi

Menurutnya, sejauh ini Pemerintah Halmahera Selatan telah membentuk pos komando (posko) untuk melakukan penanganan darurat. Dapur umum yang dioperasikan pemerintah daerah (pemda) yang dibantu TNI dan Polri untuk melayani 9 pos pengungsian di Kota Labuha. Pemerintah setempat menetapkan masa tanggap darurat selama 7 hari, terhitung 15 – 21 Juli 2019.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halsel, Jalil Efendi, menyatakan, saat ini Pemda Halsel telah mengeluarkan SK Tanggap Darurat Nomor 184/2019 selama 7 hari pada 15 – 21 Juli. Pemda Halsel dibantu TNI dan Polri telah mendirikan dapur umur di Labuha untuk penanganan pengungsi di 9 lokasi pengungsian dengan jumlah 1.104 jiwa.

“Pemda Halmahera Selatan telah menurunkan tim.yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Tagana, RAPI, PMI dan ACT (Aksi Cepat Tanggap) untuk mendistribusikan logistik ke lokasi pengungsian di Kecamatan Bacan Timur, Kecamatan Bacan Timur Tengah Kecamatan Gane Dalam, Kecamatan Gane Timur dan Kecamatan Gane Barat,” ujarnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Utara (Malut) mencatat, sebanyak 971 rumah rusak berat setelah gempa dengan magnitudo 7,2 di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara. Selain itu, gempa juga menyebabkan 3.104 jiwa mengungsi tersebar di 15 titik pengungsian dan enam orang meninggal.

Sekretaris BPBD Malut Ali Yau mengatakan, jumlah rumah rusak berat (RB) tersebar di sejumlah titi. Di Kecamatan Gane Timur Selatan Desa Ranga-Ranga 300 unit, Desa Gane luar 380 unit, Desa Samat 6 unit, Desa Gaimu 10 unit, Desa Kuwo 30 unit.

Di Kecamatan Bacan Timur Selatan Desa Liaro 22 unit, Bacan Timur Tengah Desa Tomara 90 unit, Kecamatan Gane Timur Tanjung Jere 2 unit, Kecamatan Gane Barat Selatan Desa Lemo Lemo 131 unit. “Sehingga, total 971 unit rusak berat,” kata dia di Ternate, Rabu (17/7/2019).

Untuk fasilitas umum, yakni gedung sekolah 6 unit rusak berat (RB), Gereja 1 RB, Mesjid 2 RB, Polindes 1 RB, Perumahan TPQ 1 unit RB, Rumah Guru 1 unit RB, PAUD 1 unit RB. Sementara kebutuhan mendesak untuk pengungsi yakni terpal, selimut, tikar, air minum, makanan siap saji dan kidscare. (wt)