“Hutan Kota Joyoboyo sudah dapat kami selesaikan pada 23 Desember akhir tahun 2018 kemarin. Secara kontraktual sudah diselesaikan. Ada tujuh item yang sudah kami perbaiki atau menjadi tambahan,” kata Didik Catur, kepala DLHKP Kota Kediri, Selasa (2/6/2019).
Didik berharap, masyarakat harus ikut berpartisipasi untuk tidak membuang sampah di hutan kota. Sebab, bagaimana pun hutan kota harus bisa dicintai dan disenangi masyarakat. Di hutan kota, juga bisa untuk kegiatan apa pun, tetapi harus sesuai prosedur dan aturan yang ada dari Pemerintah Kota Kediri.
“Kebetulan DLHKP sebagai leading sector. Nah, sekarang bagaimana sekarang kita melakukan pemeliharaan yang terus-menerus dan harus menjaga kelestarianya” ungkapnya.
Ditambahkanya, selain arena bermain dan berswafoto, hutan Joyoboyo juga banyak dimanfaatkan para pengunjung, untuk beristirahat melepas lelah setelah seharian penuh berkutat dengan rutinitas sehari-hari.
” Berbicara pengunjung, memang yang datang tidak hanya dari Kota Kediri, melainkan dari daerah lain meliputi Nganjuk, Tulunganggung, Blitar dan Kabupaten Kediri’ tutupnya
Sementara, keterangan Triyani (39), salah satu warga wilayah Kabupaten Kediri. Dia mengaku, sengaja datang ke Hutan Kota Joyoboyo bersama anak dan keluarganya di hari-hari tertentu.
” Ya, mengajak anak bermain disini, sekalian refreshing lihat pepohonan yang tinggi,” ucapnya
Sekedar diketahui, untuk datang ke lokasi, pengunjung tidak ditarik biaya sepeser pun. Melainkan, hanya membayar restribusi tiket parkir untuk kendaraan Rp 2 ribu.(adu/bud)





