Terakhir, Didik Catur juga menjabarkan, tahun ini, DLHKP Kota Kediri juga akan membahas regulasi terkait penggunaan plastik di tingkat toko dan supermarket. Regulasi itu bakal dibuat untuk menekan adanya sampah plastik.
“Saat ini, masih kita bahas regulasinya. Rencananya, nanti akan ada Perwali terkait penggunaan plastik di toko, supermarket maupun masyakarat,” tukasnya.
Sekedar diketahui, kegiatan yang berlangsung dilokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Klotok, Kota Kediri, dihadiri sekitar 350 warga, meliputi, pelajar, kader bank sampah dan pemerhati lingkungan yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang bertema “Kelola Sampah Untuk Hidup Bersih, Sehat dan Bernilai”.
Dalam aksinya, mereka melakukan kegiatan bersih-bersih sampah yang berceceran di jalanan menuju arah lokasi TPA Klotok. Selain itu, berbagai kegiatan lain juga digelar, diantaranya, workshop pengolahan biopori sebagai komposter agitator dan fashion dengan baju hasil daur ulang sampah serta pameran hasil daur ulang.
Sementara, Handayani, Anggota DPRD Kota Kediri dari Fraksi Golkar, mengapreasi akan kegiatan tersebut.Harapanya, di HPSN 2019 akan terwujud pada 2025 mendatang, Kota Kediri bebas sampah.Dan, regulasi tentang persampahan yg sdh dituangkan kedalam Perda Kota Kediri, tentang Pengelolahan Sampah, bisa dijalankan.
” Saya dalam hal ini, juga selaku wakil dari Komunitas 3R juga berharap, agara Pemerintah selaku pemangku kebijakan mendorong terus pada masyarakat, agar mengolah sampahnya mulai dari sampah RT dan memfasilitasi serta menganggarkan secara cukup terutama pada Komunitas 3 R sebagai pelopor lingkungan ” kata Handayani, yang ikut hadir dalam kegiatan tersebut.
” Disisi lain, kita tahu bersama, bahwa TPA kita sdh mencapai titik kritis, hingga perlu dilakukan inovasi baru didalam pengolahan sampah. Hingga, harapan kita pada 2025 Kota Kediri bebas dari sampah akan tercapai ” tutupnya. (adu/bud)





