KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Kediri kembali menggelar forum diskusi, dan meminta kepada semua pihak untuk tidak kembali menghembuskan isu Suku Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).
Memupuk persaudaraan dalam bingkai persatuan dan kesatuan, hal inilah yang menjadi dasar KNPI Kota Kediri melaksanakan kegiatan rutin bersama masyarakat untuk merajut tali ke- Bhinnekaan.
“Setelah sebelumnya sukses menggelar dua kegiatan serupa, kami di momen idul Fitri melaksanakan kembali forum diskusi pemuda anti sara, dan secara rutin dilakukan 3 bulan sekali,” Wakil Ketua Bidang Agama KNPI Kota Kediri Ashari Eko Prayitno, Senin (8/4/2023).
Menurut Ashari Idul Fitri menjadi momentum untuk menghapus garis-garis perbedaan yang menyulut konflik. Idul Fitri juga momentum untuk saling memaafkan dan momentum kemenangan atas umat Islam yang telah melawan nafsu atas dirinya sendiri.
” Meski telah berakhir bulan Ramadan, Semangat bulan suci seharusnya dapat kita lanjutkan dalam rangka meningkatkan ketakwaan kita, amal sosial kita, dan pengabdian kita kepada agama, bangsa dan negara,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris KNPI Kota Kediri Suwoto, mengatakan, kegiatan diskusi pemuda anti sara digelar sebagai ikhtiar mengajak elemen pemuda dan masyarakat Kota Kediri pada umumnya untuk bersama-sama menciptakan keharmonisan dan kedamaian terlebih jelang pesta demokrasi, pemilihan presiden dan wakil presiden serta pemilihan legislatif (pileg) 2024 berjalan lancar, aman, terbebas isu sara, hoax dan ujaran kebencian.
” Kita ingin pemilu 2024, Kota Kediri tetap adem dan konsusif, proses pelaksanaan Pemilu berjalan lancar dan tidak menyisakan masalah,” terangnya.
Lanjut Suwoto, sejak dahulu toleransi di Kota Kediri memang sudah bagus dan hal ini terus dijaga bersama-sama. Seluruh elemen di Kota Kediri memiliki persepsi yang sama bahwa perbedaan agama itu memang ada, sehingga toleransi tetap dijunjung tinggi.
Manifestasi tersebut terlihat di Kota Kediri melalui pembentukan Kampung Pancasila, Kampung Moderasi Beragama, dan Kampung Keren. Hal ini juga tak lepas berkat keberadaan forum kerukunan antar umat beragama (FKUB) dan forum kerukunan perempuan umat beragama (FKPUB).
Situasi dan kondisi saat ini, negara Indonesia khususnya Kota Kediri memiliki penduduk yang pluralistic dari berbagai suku, bangsa, Bahasa, agama, dan lain-lain tentunya sangat dibutuhkan untuk memupuk sikap saling menghargai dan menghormati satu sama lain untuk menumbuhkan kehidupan yang lebih baik.





