Kediri  

Idul Fitri Jadi Momentum KNPI Kota Kediri Gelar Forum Pemuda Anti Sara

Idul Fitri Jadi Momentum KNPI Kota Kediri Gelar Forum Pemuda Anti Sara
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kota Kediri Harry Rachmat sedang menyampaikan materi di Forum diskusi pemuda anti sara KNPI Kota Kediri. (foto/wartatransparansi/abi)

Banyak cara dilakukan untuk menjalin perbedaan yang sudah ada, termasuk menyatukan keberagamaan umat beragama. Sehingga sebagai upaya menanamkan kerukunan pada pemuda, salah satunya yakni mengadakan diskusi pemuda anti sara.

” Dengan diadakanya forum diskusi ini, agar untuk memperkuat kerukunan antar pemuda lintas iman di Kota Kediri,” harapnya.

Terpisah, narasumber acara Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kota Kediri Harry Rachmat menjelaskan, toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pentingnya menerapkan prinsip-prinsip kemerdekaan dan kebebasan untuk menumbuhkan sikap toleransi, saling menghormati antar pemeluk agama yang berbeda dengan latar belakang sosial-budaya yang berbeda.

Menurutnya hal tersebut dapat meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan yang kuat sebagai modal membangun bangsa Indonesia kedepannya.

Sikap toleransi tidak hanya dilakukan menghargai ras,agama, budaya, suku dan golongan orang lain saja tetapi menghargai pendapat pemikiran orang juga termasuk dari toleransi.

Kota Kediri berhasil dalam tiga tahun berturut-turut berada pada 10 besar kota paling toleran di Indonesia. Bahkan, lebih dari itu Kota Kediri juga mengalami kenaikan peringkat dan nilai yang signifikan.

” Kini Kota Kediri berada di peringkat 5 dengan nilai 5,850, dimana sebelumnya pada tahun 2021 berada di peringkat 10 dengan nilai 5,733. Ini semakin meneguhkan Kota Kediri sebagai kota yang toleran,” terangnya.

Lebih lanjut Harry menambahkan, banyaknya aliran kelompok agama yang tumbuh tanpa saling bersinggungan satu sama lain menjadi salah satu faktor yang melatarbekakangi peringkat ini. maka jelang pemilu serentak 2024 ia mengajak kepada semua pihak untuk bersama sama menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Hal ini sebagai upaya agar potensi intoleransi dapat ditekan pada gelaran Pemilu 2024. Dengan kerja bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), maupun organisasi kepemudaan dan keagamaan di Kota Kediri.

” Saya meminta agar seluruh masyarakat di Kota Kediri agar tetap menjaga toleransi dan menjauhi intoleransi,”pungkasnya. (moch. Abi madyan)