SURABAYA – Wakil Ketua KONI Jatim Sucipto menyambut baik dengan dipilihnya Zainudin Amali oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menpora yang baru. Ada pekerjaan mendesak dan memaksa Menpora segera turun tangan untuk melakukan pembenahan.
Kami berharap Pak Zainudin Amali segera bisa cepat beradaptasi dengan tempat yang baru dan menjadi dinamisator antara kepentingan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), KONI Pusat dan KONI Daerah serta pengurus Cabor (Cabang Olahraga)
Dikatakan, Pak Zainudin Amali dengan olahraga bukan sesuatu yang baru. Olahraga prestasi sangat familier dengan beliau. Karena itu berkat sentuhan Pak Zainudin akan terjadi percepatan prestasi baik tingkat Sea Game maupun Asian Game.
Perhelatan PON XX/2020 sudah semakin dekat. Tapi ada hal hal yang perlu untuk di bahas dan perlu sentuhan dari Kemenpora. kata Sucipto yang ditemui Wartatransparansi.com saat Evaluasi Prestasi Atlet Jatim menghadapi PON XX/2020 di Surabaya, Kamis (24/10/2019)
Ia melihat ada miss komunikasi antara Kemenpora dengan KONI Pusat yang kesemuanya berbuntut hubungannya kurang bagus.
“Saya membaca koran dan mendengar cerita cerita dari teman KONI Pusat setidaknya sudah empat bulan ini tidak menerima gaji (honor) karena tidak ada uang,” kata Sucipto.
Sudah gak tau kemana arah KONI Pusat. Antara Kemenpora dan KONI harus bermitra. Menyangkut hal hal yang teknis, tidak harus Kementerian yang melaksanakan melainkan diserahkan ke KONI. Selama ini kan tidak. Semua kegiatan di laksanakan oleh Kemenpora sendiri.
Hal yang kedua, kata Sucipto, menyangkut soal pelaksanaan PON XX/2020 di Papua. Semua peserta PON saat ini gelisah dengan penghapusan 10 Cabor dari yang semula 47 menjadi 37 Cabor.
Bagi Jatim Sangat clear. Tidak ada masalah apapun karena Pemprov Jatim memfasilitasi dengan penuh. Juga perisapan PON tidak ada masalah meski banyak Cabor berkurang. Persoalannya terus di kemanakan cabor yang tereliminir itu. “Gak ada masalah. Tapi kalau bisa kembali ke 47, PON Papua makin ramai.. (min)