Kuala Lumpur – Hasil survei Institut Darul Ehsan (IDE) menyebutkan mayoritas rakyat Malaysia merasakan Tun Dr Mahathir Mohamad cukup memegang kepimpinan Malaysia selaku perdana menteri tidak melebihi dua tahun. Direktur Eksekutif IDE Prof Dato Dr. Mohammad Redzuan Othman mengemukakan hal itu dalam pernyataannya kepada media di Kuala Lumpur, Rabu (17/7/2019).
“Sebanyak 75 persen responden dalam Survei Malaysia 2019 yang dilakukan IDE berpandangan demikian. Hanya 22 persen saja berpandangan Tun Mahathir tidak perlu melepaskan jabatan,” katanya.
Dari mayoritas rakyat yang menghendaki Tun Mahathir memimpin tidak melebihi dua tahun terbagi dalam empat kategori. Yaitu enam bulan dari sekarang adalah 44 persen, tidak melebihi dua tahun 36 persen, dan serta merta sekitar 20 persen.
Survei IDE juga menanyakan pemimpin yang didukung menjadi perdana menteri Malaysia setelah Tun Dr. Mahathir, mayoritas rakyat Malaysia memilih Dato’ Seri Anwar Ibrahim (DSAI) di tempat pertama dari pelbagai daftar tokoh yang ada di Pakatan Harapan maupun oposisi. “DSAI memperoleh 45 persen dibandingkan pelbagai tokoh yang didaftar untuk dipilih oleh responden. Tan Sri Muhyiddin Yaasin (Mendagri) di tempat kedua dan Dato’ Seri Azmin Ali (Menko Perekonomian) di tempat ketiga,” katanya.
Dia mengatakan popularitas tokoh-tokoh lain adalah di bawah 10 persen daripada kalangan tokoh pemerintah maupun oposisi.
“Pemaparan ini adalah sebagian pemaparan dalam Forum Buku Anwar Ibrahim Perdana Menteri ke-8 yang diselenggarakan Special One Publication di Shah Alam pada 17 Juli 2019,” katanya.