Kediri  

BI Kediri Gelar Bazar Pangan Murah Ramadan di GOR Jayabaya, Sediakan 1.500 Paket Sembako

BI Kediri Gelar Bazar Pangan Murah Ramadan di GOR Jayabaya, Sediakan 1.500 Paket Sembako
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri Yayat Cadarajat meninjau komoditas bawang merah yang dijual dalam Bazar Pangan Murah Ramadan di GOR Jayabaya Kota Kediri, Sabtu 7 Maret 2026. (Foto: Moch Abi Madyan).

KEDIRI WartaTransparansi.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri bersinergi dengan Sub Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Kediri-Madiun, Pemerintah Kota Kediri, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri, serta Bulog Divre Kediri menggelar Bazar Pangan Murah Ramadan pada 7–8 Maret 2026 di GOR Jayabaya Kota Kediri. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.

 

Bazar pangan murah tersebut secara resmi dibuka oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau di tengah meningkatnya permintaan pangan selama bulan Ramadan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Yayat Cadarajat, mengatakan kegiatan bazar pangan murah merupakan bentuk sinergi antara Bank Indonesia, perbankan, dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga komoditas pangan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk aksi nyata dan kontribusi Bank Indonesia, perbankan bersama TPID Kota Kediri dalam menciptakan stabilitas harga komoditas pangan guna menjaga daya beli masyarakat utamanya pada momen Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1447H,” kata Yayat.

Dalam bazar tersebut, panitia menyediakan sebanyak 1.500 paket sembako yang dapat dibeli masyarakat dengan harga Rp90.000 per paket. Setiap paket terdiri dari beras premium 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, serta minyak goreng 1 liter.

Yayat mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemangku kepentingan menjadi kunci agar masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Penulis: Moch Abi Madyan