Kediri  

BI Kediri Gelar Bazar Pangan Murah Ramadan di GOR Jayabaya, Sediakan 1.500 Paket Sembako

BI Kediri Gelar Bazar Pangan Murah Ramadan di GOR Jayabaya, Sediakan 1.500 Paket Sembako
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri Yayat Cadarajat meninjau komoditas bawang merah yang dijual dalam Bazar Pangan Murah Ramadan di GOR Jayabaya Kota Kediri, Sabtu 7 Maret 2026. (Foto: Moch Abi Madyan).

“Kami mengapresiasi seluruh stakeholders yang telah bersinergi dan berkolaborasi sehingga masyarakat dapat membeli bahan pokok secara terjangkau,” ujarnya.

Selain paket sembako, bazar tersebut juga menyediakan area bazar distributor yang menjual berbagai komoditas pangan lain seperti telur ayam ras, cabai, bawang merah, serta aneka makanan ringan dan minuman yang biasanya dibutuhkan masyarakat menjelang Idulfitri.

Untuk mendorong transaksi digital, panitia juga memberikan sejumlah potongan harga bagi pengunjung yang menggunakan sistem pembayaran QRIS. Pengunjung dapat memperoleh tambahan diskon Rp10.000 dengan melakukan scan QRIS Rp1. Selain itu, tersedia potongan harga Rp15.000 bagi masyarakat yang melakukan transaksi menggunakan QRIS tab di lokasi bazar.

Bank Indonesia Kediri juga menghadirkan layanan penukaran uang melalui layanan kas keliling terpadu. Layanan tersebut merupakan bagian dari program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) Bank Indonesia.

“Melalui program SERAMBI, kami ingin memastikan ketersediaan uang rupiah yang layak edar, denominasi yang sesuai, serta tersedia tepat waktu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri,” kata Yayat.

Selain menjual bahan pangan murah, bazar ini juga menyediakan berbagai layanan publik bagi masyarakat. Di antaranya layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) dan PBB, layanan zakat dan infak, layanan administrasi kependudukan, hingga pemeriksaan kesehatan gratis.

Melalui penyelenggaraan bazar pangan murah tersebut, BI Kediri berharap stabilitas harga kebutuhan pokok di daerah dapat terjaga sekaligus mendukung daya beli masyarakat. Upaya ini juga menjadi bagian dari penerapan strategi pengendalian inflasi melalui pendekatan 4K, yakni ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.(*)

Penulis: Moch Abi Madyan