SURABAYA, WartaTransparansi.com – Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jawa Timur, Danu Iswara, menyayangkan belum bisanya dinding panjat tebing baru di kawasan Jatim Seger digunakan hingga saat ini. Padahal, fasilitas tersebut telah rampung dibangun sejak akhir Desember 2025 dan sangat dibutuhkan untuk persiapan atlet Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda).
Danu menjelaskan, hingga lebih dari satu setengah bulan setelah pembangunan selesai, dinding panjat tersebut belum dapat dimanfaatkan karena masih menunggu proses verifikasi dari Inspektorat Jawa Timur.
“Kami sangat berharap dinding panjat yang sudah selesai dibangun akhir Desember lalu bisa segera digunakan. Namun sampai sekarang belum bisa, karena menurut penjelasan dari Dispora Jatim masih menunggu verifikasi Inspektorat,” ujar Danu, Selasa (10/2/2025).
Menurutnya, FPTI Jawa Timur telah berupaya aktif dengan mengirimkan surat resmi kepada Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur sejak 5 Januari 2026. Surat tersebut baru mendapat balasan sekitar 22 atau 25 Januari.
“Dalam balasan itu dijelaskan masih menunggu verifikasi dari Inspektorat. Tapi sampai sekarang kami juga bingung kendalanya di mana, karena informasinya sudah dikejar oleh Dispora,” jelasnya.
Danu menegaskan, keberadaan dinding panjat baru tersebut sangat krusial karena saat ini FPTI Jawa Timur tidak memiliki sarana latihan alternatif yang representatif, terutama untuk nomor speed.
“Persiapan Puslatda itu panjang dan butuh latihan intensif. Atlet butuh sarana yang sesuai standar. Dinding baru ini speknya hampir internasional, pegangan dan fisiknya juga sudah sangat baik. Kalau tidak bisa digunakan, tentu sangat disayangkan,” tegasnya.
Saat ini, para atlet masih berlatih menggunakan fasilitas lama yang dinilai tidak maksimal dan belum memenuhi standar pertandingan. Hal ini dikhawatirkan dapat berdampak pada kualitas latihan dan performa atlet.
“Kalau dinding baru ini bisa dipakai, kita juga bisa langsung tahu apakah ada kekurangan atau tidak. Kalau ada, masih bisa diperbaiki karena masih masa perawatan atau garansi,” tambah Danu.
FPTI Jawa Timur saat ini membina sekitar 31 atlet Puslatda, terdiri dari 14 atlet putra dan 17 atlet putri. Dari jumlah tersebut, sekitar 14 atlet fokus pada nomor speed, yang sangat bergantung pada ketersediaan dinding panjat standar.
Hingga kini, Danu mengaku belum mendapatkan informasi pasti terkait jadwal verifikasi dari Inspektorat maupun kapan fasilitas tersebut bisa resmi digunakan.
“Kami berharap proses ini bisa segera dipercepat. Sayang sekali waktu latihan atlet terbuang dengan kondisi sarana yang apa adanya,” pungkasnya. (*)





