BLITAR, WartaTransparansi.com – Tragedi berdarah mengguncang warga Dusun Setinggil, Desa Gandekan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar. Seorang perempuan lanjut usia, Sariyah (70), meregang nyawa di tangan menantunya sendiri setelah cekcok rumah tangga yang berakhir fatal, Senin malam, 26 Januari 2026.
Peristiwa memilukan ini terungkap setelah sang anak korban, Yulfa Nurohman (40), pulang bekerja sekitar pukul 22.00 WIB. Saat tiba di rumah, Yulfa mendapati sepeda listrik yang biasa terparkir di depan rumah telah raib. Kecurigaan semakin kuat ketika panggilannya kepada sang ibu tak mendapat jawaban.
“Pelapor kemudian masuk ke kamar korban dan mendapati korban dalam posisi terlentang, tidak bergerak,” seperti keterangan Kapolres Blitar Kota dalam Pers rilisnya.
Yulfa sempat memanggil istrinya, NV (21), namun baik tersangka maupun anaknya yang masih berusia satu tahun tidak berada di rumah. Bersama warga sekitar, korban dipindahkan ke ruang tengah untuk memastikan kondisinya. Saat itulah warga menemukan luka tusukan di leher serta bercak darah pada pakaian korban. Kejadian tersebut segera dilaporkan ke Polsek Wonodadi.
Berdasarkan hasil penyidikan, visum et repertum, dan keterangan para saksi, penyidik Polres Blitar Kota menetapkan NV sebagai tersangka. Motifnya diduga kuat karena sakit hati, lantaran kerap dimaki dan diusir oleh korban (meetua) yang tidak menyukai keberadaan (NV) menantunya.
Dalam rekonstruksi kejadian, tersangka dan korban terlibat cekcok sekitar pukul 19.30 WIB. Korban sempat mengacungkan gergaji sambil berteriak menyuruh tersangka pergi dari rumah. Emosi memuncak, tersangka mendorong korban hingga terjatuh ke atas tempat tidur, lalu mencekik leher korban menggunakan tangan dan bantal.
Tak berhenti di situ, tersangka mengambil gunting berwarna hitam yang berada di kasur dan menusuk korban di leher kanan sebanyak tiga kali dan di perut kanan dua kali. Saat korban berusaha melawan, tersangka kembali menusuk lengan kanan korban satu kali. Setelah korban tidak berdaya, tersangka melarikan diri bersama anaknya.





