Maskun: LKS Jadi Ajang Uji Kompetensi Nyata Siswa Ponorogo

Maskun: LKS Jadi Ajang Uji Kompetensi Nyata Siswa Ponorogo
Lomba Kompetensi Siswa tingkat Kabupaten Ponorogo dijadwalkan berlangsung pada 11–13 Februari 2026.

PONOROGO, Wartatransparansi.com – Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah Ponorogo menggelar Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMA/SMK/MA tingkat Kabupaten Ponorogo. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan keterampilan siswa sebagai bagian dari program unggulan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo, Maskun, menegaskan bahwa pelaksanaan LKS harus benar-benar mampu menguji kompetensi siswa secara nyata.

“LKS ini merupakan program bersama yang digagas oleh Dinas Pendidikan Provinsi. Seleksi dimulai dari daerah, dan ini menjadi ajang yang sangat tepat agar siswa dari Cabdin Ponorogo tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga terampil dalam praktik,” ujar Maskun.

Menurutnya, siswa SMA/MA membutuhkan wadah untuk menyalurkan kemampuan secara langsung agar potensi yang dimiliki dapat terwujud secara optimal. Ia juga mendorong keterlibatan aktif seluruh sekolah dalam ajang prestisius tersebut.

“LKS saat ini melibatkan SMA dan SMK, apalagi di SMA sudah ada program Double Track. Program ini sangat relevan dan mengena. Kami mendorong seluruh sekolah, tanpa terkecuali, untuk berpartisipasi,” jelasnya.

Maskun menegaskan, setiap sekolah diwajibkan mengikuti minimal satu bidang lomba. Ia meminta sekolah tidak takut kalah ataupun terkendala biaya.
“Siapa tahu ada yang sukses melaju ke tingkat provinsi. Ini akan meningkatkan kepercayaan masyarakat. Sekolah besar itu dirintis dari hal-hal kecil,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan membutuhkan ikhtiar bersama. Dengan kerja sama yang baik, kendala tenaga maupun biaya dapat diatasi.
“Kita jangan takut kegiatan. Kita sukseskan pelaksanaan dan sukseskan hasilnya,” pungkas Maskun.

Rapat koordinasi persiapan LKS diikuti seluruh kepala SMA/SMK/MA negeri dan swasta se-Kabupaten Ponorogo. LKS akan melombakan 54 bidang kompetensi, meliputi teknologi informasi, rekayasa teknik, tata boga, sistem robotika, akuntansi, hingga kecantikan. (*)

Penulis: Rudy ArdiEditor: Amin