Kediri  

Sujono Teguh Wijaya Kembali Pimpin Golkar Kota Kediri Lewat Musda XI

Penguatan UMKM Menuju Kemenangan 2029

Sujono Teguh Wijaya Kembali Pimpin Golkar Kota Kediri Lewat Musda XI
Ketua DPD Partai Golkar Kota Kediri, Sudjono Teguh Widjaja atau Abah Jono (kanan) menerima bendera partai dalam Musda XI di Hotel Insumo, Kediri, Jumat (26/9/2025). Ia terpilih kembali secara aklamasi untuk periode 2025–2030.(Foto: Moch Abi Madyan)

KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Sorak tepuk tangan meriah kader Partai Golkar menggema di hall sebuah Hotel di Kota Kediri saat nama Sujono Teguh Wijaya kembali ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Golkar di kota tersebut. Dengan dukungan penuh tanpa penolakan, pria yang akrab disapa Jono itu resmi memimpin Partai Pohon Beringin untuk periode 2025–2030.

“Selama lima tahun terakhir, saya bersama teman-teman kepengurusan sudah berusaha maksimal. Setelah selesai, dorongan kader membuat saya kembali maju, dan 100 persen dukungan mengarah kepada saya,” kata Jono seusai ditetapkan dalam forum Musda ke XI di Hotel yang berlokasi di Jalan Urip Sumoharjo, Kota Kediri, Jumat 26 September 2025.

Pada periode pertama kepemimpinannya, Golkar Kota Kediri berhasil meningkatkan kursi DPRD dari dua menjadi lima. Selain itu, kader Golkar Vinanda Prameswati juga memenangkan Pilkada Kota Kediri 2024. Memasuki periode kedua, Jono menargetkan peningkatan kursi legislatif menjadi tujuh hingga delapan sekaligus mendukung Vinanda maju kembali sebagai wali kota.

Ia menyampaikan agenda jangka pendek berupa penyusunan kepengurusan baru dengan memberi ruang lebih besar kepada kader muda.

“Program kami tetap turun ke bawah, melakukan pendekatan ke masyarakat. Selain itu, kami ingin melibatkan generasi muda, khususnya mahasiswa dan lulusan baru, agar bisa berkontribusi nyata,” kata Jono.

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Ali Mufthi yang hadir dalam acara itu menekankan pentingnya regenerasi. Ia meminta komposisi kepengurusan Golkar Kota Kediri diisi minimal 50 persen anak muda.

“Kalau bisa di bawah 40 tahun, atau bahkan di bawah 30 tahun. Sebab pada Pemilu 2029, sekitar 69 persen pemilih adalah anak muda,” katanya.

Ali juga mengingatkan bahwa partai politik tidak boleh jauh dari rakyat.

“Hakikat partai politik adalah artikulasi kepentingan rakyat, maka partai harus tetap hadir di tengah masyarakat,” tegasnya.

Musda XI Golkar Kota Kediri dihadiri jajaran DPD Golkar Jatim, pengurus tingkat kelurahan hingga kota, serta organisasi sayap partai. Forum tersebut menjadi momentum konsolidasi internal sekaligus memperkuat strategi menghadapi kontestasi politik ke depan.(*)

Penulis: Moch Abi Madyan