Squash Masuk PON 2028, PSI Jawa Timur Tancap Gas Siapkan Atlet

Squash Masuk PON 2028, PSI Jawa Timur Tancap Gas Siapkan Atlet
Ketua KONI Jatim M. Nabil (kiri) bersama Ketua PMI Jatim M Syaiful Ma'arif

Untuk mengatasi hal itu, PSI Jawa Timur berencana menjalin kerja sama dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Kampus tersebut diproyeksikan menjadi pusat pembinaan sekaligus penyedia fasilitas lapangan squash yang memadai.

“Kami sudah berkomunikasi dengan Rektor Unesa, Prof Nurhasan. Rencananya fasilitas akan dipusatkan di sana karena sarana olahraganya cukup lengkap,” jelas Syaiful.

Ia menambahkan, ketersediaan fasilitas yang representatif akan sangat berpengaruh terhadap kualitas latihan atlet dan peningkatan prestasi di tingkat nasional.

Di sisi lain, Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, mendorong agar PSI Jatim memaksimalkan waktu persiapan yang masih panjang. Ia menekankan pentingnya langkah cepat dalam perekrutan atlet, penyusunan program latihan, hingga analisis kekuatan lawan.

“Saya berharap Jawa Timur bisa mengikuti seluruh nomor pertandingan yang dipertandingkan. Kalau ada tujuh nomor, usahakan semuanya diikuti,” tegas Nabil.

Dengan kepastian ini, peluang Jawa Timur untuk kembali bersaing dan meraih prestasi di cabang olahraga squash pada PON 2028 dinilai semakin terbuka. (*)

Penulis: Fahrizal Arnas