SIL Festival Surabaya Bidik Ekspor dan Perluasan Lapangan Kerja

SIL Festival Surabaya Bidik Ekspor dan Perluasan Lapangan Kerja
Pemkot Surabaya menyiapkan strategi berlapis untuk menekan angka pengangguran.

“Seluruh rangkaian kegiatan ini diselenggarakan tanpa menggunakan APBD. Dukungan penuh datang dari pihak swasta, yakni Performa Optima Group, sementara pemkot berperan sebagai fasilitator,” ungkapnya.

Target yang dibidik tidak sedikit, yakni potensi transaksi ekspor hingga 1 juta dolar AS, yang sebagian sudah mulai berproses. Bahkan, pelepasan ekspor direncanakan dilakukan langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, sebagai simbol kesiapan industri lokal menembus pasar global.

Hebi menekankan bahwa pendekatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya menciptakan kecocokan nyata antara industri dan pasar.

“Yang kami kejar adalah matching antara buyer dan pelaku industri. Kalau itu terjadi, dampaknya langsung ke pembukaan lapangan kerja,” tegasnya.

Saat ini, industri Surabaya telah memiliki pijakan ekspor, terutama di sektor perhiasan. Namun, Pemkot menilai potensi sektor lain masih terbuka lebar dan perlu didorong agar naik kelas dari industri kecil menjadi menengah hingga besar.

SIL 2026 sendiri dimaknai sebagai dorongan transformasi menyeluruh pada sektor industri dan ketenagakerjaan agar lebih adaptif, berdaya saing, dan berkelanjutan, tanpa meninggalkan prinsip keadilan dan inklusivitas. Transformasi industri difokuskan pada penguatan inovasi, digitalisasi, industri hijau, serta tata kelola usaha yang baik.

“Sementara itu, transformasi ketenagakerjaan menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, produktivitas, hubungan industrial yang harmonis, serta perluasan kesempatan kerja yang setara,” imbuhnya.

Melalui SIL 2026, Pemkot Surabaya juga mendorong kolaborasi antara pelaku industri, investor, dan lembaga pendukung ekspor, memperluas akses kerja melalui Job Fair Surabaya 2026, serta memperluas peran Surabaya sebagai pusat industri yang adaptif dan inklusif. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan pelaku usaha terhadap pemerintah sekaligus membangun komitmen bersama antara dunia usaha dan pemerintah.

“Rangkaian kegiatan SIL 2026 meliputi seminar nasional industri dan ketenagakerjaan, business matching dan pelepasan ekspor, pemberian penghargaan sektor industri dan ketenagakerjaan, hingga job fair termasuk job fair khusus disabilitas,” terangnya.

Dalam coaching clinic, peserta juga mendapatkan berbagai materi strategis, antara lain dari Export Center Surabaya seperti pondasi bisnis ekspor, standardisasi produk, riset pasar, penyusunan marketing export toolkit, teknik presentasi, hingga business model canvas.

Sementara itu, materi dari Bea Cukai mencakup pemanfaatan fasilitas kepabeanan bagi UMKM, serta dari Badan Standardisasi Nasional terkait pentingnya kesesuaian standar produk untuk ekspor.

Dengan strategi yang menghubungkan peningkatan kapasitas industri dan perluasan pasar global, Pemkot Surabaya optimistis bahwa jumlah pelaku usaha yang mampu menembus ekspor akan terus bertambah. Imbasnya, peluang kerja kian terbuka dan angka pengangguran di Kota Pahlawan dapat ditekan secara berkelanjutan. (*)

Editor: Wetly