Menurut dia, kebutuhan masyarakat terhadap layanan publik justru meningkat setelah libur panjang. Karena itu, pelayanan administrasi kependudukan, kesehatan, hingga perizinan harus berjalan cepat, responsif, dan tanpa hambatan berarti.
Selain percepatan layanan, Pemkab Kediri juga menyoroti sejumlah isu strategis daerah. Angka kemiskinan yang masih berada di level 9,81 persen serta persoalan stunting menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan melalui kolaborasi lintas sektor. Upaya tersebut tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi berkelanjutan dari seluruh elemen pemerintah daerah.
Peningkatan kualitas pelayanan publik, lanjut dia, menjadi perhatian utama dalam mendorong kepercayaan masyarakat. Seluruh perangkat daerah diminta menjaga standar layanan, terutama di fasilitas kesehatan, agar tidak ada lagi keluhan akibat pelayanan yang kurang optimal.
Sejalan dengan tema Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222, “Kediri Berbudaya, Kediri Berdaya”, pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan pembangunan yang berakar pada nilai budaya sekaligus diperkuat semangat kebersamaan. ASN menjadi garda terdepan dalam menerjemahkan komitmen tersebut ke dalam pelayanan nyata bagi masyarakat.
Apel besar ini sekaligus menjadi penanda dimulainya kembali aktivitas pemerintahan dengan semangat baru. Pemerintah berharap seluruh ASN mampu menjaga konsistensi kinerja dan menghadirkan pelayanan yang semakin baik.
“Dirgahayu Kabupaten Kediri ke-1222. Semoga semakin maju, kuat, berdaya saing, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” pungkasnya.(*)





