“Pihaknya juga memastikan kelancaran proyek dan meminimalkan dampak negatif. Estetika kota menjadi prioritas, terutama dalam menyambut hari raya yang identik dengan kebersamaan dan kegembiraan. Proyek peningkatan jalan di Jalan Hasanudin dan Jalan Imam Bonjol ini diharapkan dapat memberikan kesan positif dan meningkatkan kebanggaan warga kota Kediri,” ucap Made.
Made menyebut ruas Imam Bonjol adalah urat nadi transportasi di Kediri, sehingga pengerjaannya bersifat mendesak. “Dikarenakan, jalan Imam Bonjol ini merupakan akses jalan utama di Kota Kediri. Peningkatan jalan ini yang ditargetkan selesai hingga 14 Maret 2026,” jelasnya.
Meski pengerjaan terlihat masif di awal tahun ini, Jabatan Fungsional Ahli Muda Jalan dan Jembatan DPUPR Kota Kediri, Sunarto, mengungkapkan bahwa sebenarnya ada kendala administratif yang membuat proyek ini baru bisa berjalan sekarang.
“Dikarenakan ada kegagalan dalam pengadaan barang dan jasa akhirnya dilakukan di awal tahun 2026,” ucap Sunarto.
Saat ini, tim teknis di lapangan juga tengah melakukan pengujian untuk memastikan ketahanan aspal baru melalui metode uji coba pemadatan. Hal ini dilakukan agar jalan tidak kembali bergelombang dalam waktu singkat setelah proyek diserahkan.
“Pekerjaan peningkatan jalan merupakan tahap uji coba pemadatan (Trial Compaction) dengan membandingkan efektivitas antara 16, 18, dan 20 lintasan untuk menentukan standar operasional prosedur (SOP) pemadatan yang paling tepat,” pungkas Sunarto.(*)





