Elim juga menilai proses kaderisasi di TIDAR menjadi sarana pembelajaran sekaligus pembentukan karakter kepemimpinan bagi anak muda. Ia berharap, para kader dapat membawa kontribusi nyata bagi daerahnya masing-masing.
“Di sini kami dididik dan berproses untuk menjadi orang-orang yang luar biasa. Kami di sayap partai ini berproses, berkeluarga, belajar, dan harapannya kami dapat membuat daerah kita untuk lebih baik,” tambahnya.
Di akhir, Elim mengaku menaruh harapan besar kepada calon-calon pemimpin yang lahir dari Tunas Indonesia Raya, khususnya yang berasal dari Jawa Timur.
Apakah itu TIDAR?
Mengutip dari tidar.or.id, Tunas Indonesia Raya atau TIDAR adalah organisasi pemuda Indonesia yang berdiri sejak 7 Juli 2008. TIDAR sendiri adalah organisasi sayap yang berada langsung di bawah Partai GERINDRA.
Tujuan dari organisasi ini adalah untuk menyerap, menampung dan menyalurkan aspirasi anak-anak muda di Indonesia, agar dapat memberikan kontribusi kepada nusa dan bangsa. Dengan cara yang diinginkan sesuai dengan aspirasi pemuda, bahasa yang dimengerti di antara anak muda, dan dengan gaya dan cara yang disukai anak muda.
TIDAR dibentuk atas dasar kesadaran bahwa anak-anak muda memiliki aspirasi yang amat beragam. Sebagai anak muda Indonesia, sebagai tunas muda, sudah saatnya melakukan sesuatu untuk maju bersama membangun negeri ini. TIDAR mewadahi dan menyalurkan beragam aspirasi tersebut dalam berbagai kegiatan dan aktivitas positif.
Slogan TIDAR adalah membangun awal bangsa yang kokoh dan diwujudkan melalui filosofi Lima Cinta. Lima Cinta tersebut adalah Cinta Diri, Cinta Sesama, Cinta Belajar, Cinta Kesantunan, dan Cinta Indonesia (*)





