Skema Bank Sampah diproyeksikan tidak hanya menekan timbulan sampah, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi warga secara berkelanjutan.
Dukungan penuh terhadap program ini disampaikan oleh Kepala Kelurahan Ngletih, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Mochamad Yusuf. Ia menilai perintisan Bank Sampah sejalan dengan visi Pemerintah Kota Kediri dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan.
“Kami dari pihak kelurahan memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya sosialisasi ini. Program perintisan Bank Sampah ini adalah langkah nyata yang sangat kami butuhkan. Seluruh jajaran perangkat kelurahan siap mengawal agar apa yang sudah dimulai oleh adik-adik KKN-T 37 tidak berhenti di sini, tapi terus berkelanjutan hingga menjadi budaya baru bagi warga Ngletih,” katanya.
Ia menambahkan, pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan pendekatan zero waste menjadi kunci dalam menekan beban lingkungan, sekaligus mendukung target pengurangan sampah yang dicanangkan pemerintah daerah.
Antusiasme warga dan kehadiran tokoh masyarakat dalam kegiatan sosialisasi tersebut menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan program. Diskusi yang berkembang menunjukkan meningkatnya kesadaran warga akan peran rumah tangga sebagai titik awal pengendalian persoalan sampah.
Melalui perintisan Bank Sampah ini, Kelurahan Ngletih diharapkan mampu menjadi contoh penerapan pengelolaan sampah dari sumbernya di Kota Kediri. Perubahan perilaku warga menuju gaya hidup zero waste dinilai menjadi fondasi penting dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (*)





