KEDIRI, WartaTransparansi.com – Persoalan sampah rumah tangga yang terus menumpuk, minimnya pemilahan dari sumber, serta ketergantungan pada tempat pembuangan akhir (TPA) masih menjadi tantangan serius di kawasan perkotaan, termasuk di Kelurahan Ngletih, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 37 Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri merintis pembentukan Bank Sampah sebagai bagian dari upaya mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pengelolaan sampah berprinsip zero waste dari tingkat rumah tangga.
Perintisan Bank Sampah ini diawali melalui kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah yang digelar di Balai Kelurahan Ngletih. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal membangun sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berkelanjutan, sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Kediri dalam mengurangi timbulan sampah dan memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya.
Ketua KKN-T Kelompok 37 UNP Kediri, Aldestra Bagus Wardana, menegaskan bahwa persoalan sampah tidak cukup diselesaikan melalui pengangkutan dan pembuangan akhir, tetapi membutuhkan perubahan cara pandang masyarakat terhadap sampah sebagai bagian dari siklus kehidupan.
“Kami ingin masyarakat tidak lagi melihat sampah sebagai limbah semata, tetapi sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomis jika dikelola dengan benar melalui Bank Sampah,” ujarnya, Minggu (8/2/2026).
Menurut Aldestra, rendahnya kesadaran memilah sampah di tingkat rumah tangga menjadi salah satu penyebab utama tingginya volume sampah yang berakhir di TPA. Karena itu, mahasiswa KKN-T 37 membekali warga dengan pemahaman prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang dipadukan dengan pengenalan gaya hidup zero waste sebagai strategi jangka panjang pengurangan sampah dari sumbernya.
Pendekatan zero waste tersebut diarahkan untuk membentuk kebiasaan baru warga dalam meminimalkan sampah residu, memaksimalkan pemanfaatan ulang, serta mengoptimalkan nilai ekonomi sampah melalui skema Bank Sampah.
Langkah ini dinilai selaras dengan agenda pembangunan lingkungan berkelanjutan yang tengah digencarkan Pemerintah Kota Kediri.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan penjelasan teknis terkait pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu, mekanisme penimbangan dan pencatatan tabungan sampah, hingga dampak ekologis dan ekonomi dari pengelolaan sampah yang terstruktur.





