Prestasi Olahraga Kota Kediri Melejit, 2025 Jadi yang Terbaik dalam Satu Dekade
Capaian tersebut menjadi rekor tertinggi Kota Kediri sejak Porprov Jatim V 2015. Pada Porprov Jatim IX 2025, Kota Kediri mengoleksi 69 medali emas, 53 perak, dan 53 perunggu. Perolehan itu sekaligus menegaskan tren peningkatan prestasi olahraga yang konsisten selama 10 tahun terakhir.
Data historis menunjukkan, pada Porprov Jatim V 2015 di Banyuwangi, Kota Kediri meraih 114 medali. Prestasi meningkat tajam pada Porprov Jatim VI 2019 di Bojonegoro dengan 153 medali. Meski sempat turun menjadi 137 medali pada Porprov Jatim VII 2022 di Jember, grafik kembali menanjak pada Porprov Jatim VIII 2023 di Sidoarjo dengan 149 medali, hingga akhirnya mencapai puncaknya pada 2025.
Ketua Umum KONI Kota Kediri, Eko Agus Koko, menegaskan capaian tersebut bukan hasil instan, melainkan buah dari proses pembinaan jangka panjang yang terukur dan berkelanjutan.
“Kami terus berbenah dan berkomitmen meningkatkan prestasi olahraga Kota Kediri. Tahun 2025 adalah bukti bahwa kerja keras, perencanaan, dan evaluasi berjalan efektif,” ujar Koko, Rabu 31 Desember 2025.
Menurut Koko, tantangan ke depan justru semakin berat. Porprov Jatim X 2027 akan digelar di Kota Surabaya, daerah yang selama Porprov Jatim sejak 2007 hingga 2025 selalu tampil sebagai juara umum.
“Tantangan ini harus menjadi pemantik semangat bagi seluruh pengurus dan cabang olahraga untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan perolehan medali,” imbuhnya.
Ia menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Kota Kediri dan seluruh elemen masyarakat agar prestasi olahraga tidak berhenti di level regional, tetapi mampu menembus pentas nasional hingga internasional.
Di sisi lain, capaian prestasi tersebut dinilai selaras dengan agenda pembangunan daerah, khususnya pengembangan sport tourism. Humas KONI Kota Kediri, Rino Hayyu Setyo, menyebut prestasi olahraga akan menjadi fondasi utama mendukung program Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati.
“Selain prestasi sebagai kewajiban utama, pada 2026 kami akan menyusun program kerja Sport Tourism melalui event kejuaraan tingkat regional dan nasional,” terang Rino.
Rino menambahkan, olahraga tidak hanya berfungsi sebagai ajang prestasi, tetapi juga instrumen promosi daerah dan penggerak ekonomi masyarakat. Kejuaraan olahraga dinilai mampu mendatangkan atlet, ofisial, dan wisatawan, sekaligus menghidupkan sektor jasa dan UMKM lokal.
Sepanjang 2025, KONI Kota Kediri juga mencatat sejumlah capaian strategis. Selain menempati peringkat keempat Porprov Jatim IX, KONI berhasil melunasi bonus atlet dan pelatih senilai total Rp6,433 miliar. Bonus atlet mengalami kenaikan signifikan, yakni emas Rp30 juta, perak Rp20 juta, dan perunggu Rp10 juta.
KONI juga meningkatkan uang transport atlet Puslatkot menjadi Rp1.080.000 per bulan dan pelatih menjadi Rp1.320.000 per bulan, serta mentransformasi sistem pembayaran dari tunai menjadi transfer langsung ke rekening atlet dan pelatih. Program Pemusatan Latihan Kota (Puslatkot) selama 14 bulan pada 2024–2025 turut menjadi penopang utama kesiapan kontingen.
Dengan 288 atlet yang mampu menghasilkan 175 medali, KONI Jawa Timur menobatkan Kota Kediri sebagai kontingen paling efektif dan efisien. Penghargaan Jawa Pos Radar Kediri Award 2025 kategori Outstanding Institution Transformation in Social Impact for Sustainable Growth kian menegaskan posisi 2025 sebagai tonggak emas olahraga Kota Kediri.
Capaian tersebut menjadi pijakan kuat bagi Kota Kediri untuk menatap Porprov Jatim X 2027 dengan target yang lebih tinggi dan strategi pembinaan yang semakin matang.(*)
Posting Komentar untuk "Prestasi Olahraga Kota Kediri Melejit, 2025 Jadi yang Terbaik dalam Satu Dekade"