Puluhan Operator Kelurahan Kota Kediri Antusias Ikuti Bimtek SIKS–NG untuk Perkuat Akurasi Data Sosial
Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali kemampuan teknis untuk memperkuat akurasi dan validitas data sosial di tingkat kelurahan.
Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Muttaqin, menjelaskan bahwa bimtek ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Sosial Nomor 3 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran dan Penggunaan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Melalui kegiatan tersebut, Dinsos ingin memastikan seluruh operator kelurahan memahami pengoperasian aplikasi SIKS–NG secara baik dan benar.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin seluruh petugas operator di kelurahan mampu mengelola data sosial secara lebih akurat, cepat, dan sesuai dengan standar nasional. Data sosial yang dikelola dengan baik akan membantu pemerintah dalam menyalurkan bantuan sosial secara tepat sasaran,” katanya.
Imam menegaskan bahwa pemutakhiran data DTSEN menjadi langkah strategis untuk mengantisipasi dinamika sosial dan ekonomi masyarakat. Menurutnya, data sosial yang valid dan mutakhir akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan program kesejahteraan sosial di Kota Kediri.
“Pemutakhiran data DTSEN ini bukan hanya kegiatan administratif, tetapi menjadi fondasi penting dalam perumusan kebijakan sosial. Dengan data yang akurat, kita bisa memastikan bahwa bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan,” tambah Imam.
Dalam bimtek tersebut, peserta dibekali materi mulai dasar hukum, konsep, mekanisme usulan, hingga tata cara pembaruan data sosial. Regulasi nasional yang menjadi dasar pelaksanaan DTSEN antara lain Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional, Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, serta Keputusan Menteri Sosial Nomor 79/HUK/2025 mengenai peringkat kesejahteraan keluarga (desil bantuan). Selain itu, Keputusan Kepala BPS Nomor 846 Tahun 2024 juga menjadi acuan standar pendataan penduduk.
Imam menekankan pentingnya integritas dan tanggung jawab petugas dalam mengelola data sosial.
“Tugas kita bukan sekadar mengumpulkan data, tetapi menghidupkan data dengan kejujuran, merawatnya dengan integritas, dan menggunakannya dengan hati nurani. Karena dari data yang benar, lahir kebijakan yang tepat,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas operator kelurahan agar lebih profesional dalam memahami pembaruan sistem SIKS–NG yang terus berkembang. “Harapan kami, seluruh peserta dapat memanfaatkan bimtek ini sebaik mungkin. Dengan data yang valid, akurat, dan mutakhir, kita bisa memastikan setiap bantuan sosial tersalurkan secara efektif, efisien, dan berkeadilan,” tutupnya.(*)
Posting Komentar untuk "Puluhan Operator Kelurahan Kota Kediri Antusias Ikuti Bimtek SIKS–NG untuk Perkuat Akurasi Data Sosial"