Operasi Zebra Dimulai, Polres Kediri Ingatkan Jalan Raya Bukan Arena Adu Nyali
Selama 14 hari, 17–30 November, polisi di seluruh Jawa Timur bakal turun ke jalan, tak hanya membawa formulir tilang, tapi juga tekad untuk menyodok kesadaran publik bahwa keselamatan tidak bisa diserahkan pada keberuntungan acak.
Dalam kegiatan Apel di Mapolres Kediri dipimpin Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, Barisan tamu undangan lengkap meliputi Dansubdenpom V/2-2, Kasatpol PP, Kepala Dishub, Jasa Raharja, PJU Polres, hingga Kapolsek jajaranberdiri rapi seolah menjadi latar formal dari pesan keras yang hendak digencarkan sejak hari pertama operasi.
Dalam amanat Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., yang dibacakan Kapolres, terselip teguran halus namun tegas bahwa Operasi Zebra bukan sekadar ajang menertibkan spion, plat nomor, atau helm. Ini adalah operasi untuk merombak perilaku berkendara yang makin belakangan terlihat seperti ajang kompetisi liar tanpa wasit. Kapolres kembali menekankan inti pesan.
“Tujuan utamanya sederhana: keselamatan. Penegakan hukum tetap dilakukan, tapi dengan cara yang humanis dan persuasif,” katanya.
Angka kecelakaan yang dicatat Ditlantas Polda Jatim sepanjang Januari–Oktober 2025 sebanyak 22.815 kasus menjadi dasar mengapa operasi ini perlu digelar dengan pendekatan ganda: tegas namun tetap manusiawi. Dalam amanatnya, Kapolda mengingatkan bahwa kepatuhan berlalu lintas tak bisa lagi mengandalkan kesadaran spontan. Butuh operasi, edukasi, dan tindakan represif yang tidak menghilangkan wajah lembut kepolisian.
Kapolres Kediri menambahkan pentingnya sinergi lintas sektor, dari pemerintah daerah hingga lembaga layanan publik, untuk mendongkrak keselamatan jalan raya. Ia meminta aparatnya disiplin dalam bertugas dan menjaga komunikasi yang tak berujung intimidasi.
“Penegakan hukum tetap dilakukan,” ujarnya, tapi dengan cara yang humanis dan persuasif," ujarnya.
Kapolres kembali mengingatkan bahwa Operasi Zebra bukan panggung menakuti masyarakat. Ia mengajak anggotanya memanfaatkan operasi ini sebagai ruang edukasi agar pengendara memahami satu hal sederhana: pulang adalah tujuan, bukan sekadar keberuntungan.
"Pelayanan kepolisian harus ramah, mudah dipahami, dan tidak membuat masyarakat merasa berhadapan dengan tembok birokrasi," ungkapnya.
Dengan nada yang tegas namun tetap diplomatis, Kapolres menutup arahannya. Operasi ini, katanya, bukan alat gertak, melainkan upaya menertibkan jalan raya yang semakin lama semakin dikuasai ego dan adrenalin. Sebuah pengingat bahwa keselamatan bukan slogan, tapi disiplin yang harus dipaksa, bila perlu.(*)
Posting Komentar untuk "Operasi Zebra Dimulai, Polres Kediri Ingatkan Jalan Raya Bukan Arena Adu Nyali"