Jelang Nataru 2026, Pemkot Kediri Perkuat TPID untuk Kendalikan Inflasi dan Stabilkan Harga Pangan
Berdasarkan data BPS, inflasi month to month Kota Kediri pada Oktober tercatat 0,40%, lebih tinggi daripada Jawa Timur (0,30%) dan nasional (0,28%). Inflasi year to date sebesar 1,98%, setara dengan Jatim namun lebih rendah dari nasional 2,10%. Adapun inflasi year on year mencapai 2,68%, sedikit di bawah rerata Jatim 2,69% dan nasional 2,86%. Sepuluh komoditas utama penyumbang inflasi antara lain emas perhiasan, telur ayam ras, cabai merah, apel, daging ayam, daging sapi, sepeda motor, bawang merah, rokok SKM, buncis, dan beras.
Gus Qowim menjelaskan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau konsisten memberi andil terbesar. Pada Oktober, kebutuhan telur ayam ras meningkat seiring permintaan di seluruh SPPG Kota Kediri. Kondisi ini, ujarnya, menjadi dasar penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga inflasi tetap dalam target 2,5% ± 1% agar daya beli masyarakat tidak tergerus. “Dengan melihat kondisi seperti ini, semua stakeholder harus berupaya mencapai target pengendalian inflasi daerah pada kisaran 2,5% plus minus 1%. Agar terjaga akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.
Menjelang Nataru, Gus Qowim meminta kolaborasi antarlembaga diperkuat. Ia merinci tiga langkah utama. Pertama, menjamin ketersediaan bahan pokok yang terjangkau melalui kerja sama antardaerah untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan. Kedua, OPD terkait harus berkolaborasi dengan Bulog dalam pelaksanaan Operasi Pasar Murni (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM) di kelurahan. Ketiga, peningkatan mobilitas orang dan barang yang berpotensi menimbulkan kepadatan jelang Nataru harus diantisipasi dengan koordinasi OPD dan Polres Kediri Kota.
“Harapan kami dalam forum ini dapat menghimpun berbagai saran dan masukan dari Tim Pengendali Inflasi Daerah Kota Kediri agar terwujud Roadmap TPID 2025-2027,” ujarnya. Ia menegaskan roadmap itu menjadi komitmen menjaga laju inflasi tetap stabil di rentang 1,5–3,5%.
Kepala KPwBI Kediri, Yayat Cadarajat, menambahkan bahwa inflasi 2026 diperkirakan masih berada dalam sasaran 2,5% ± 1%. Tantangan jangka pendek, katanya, antara lain peningkatan permintaan saat hari besar keagamaan dan efektivitas strategi stabilisasi harga. Sementara tantangan jangka panjang mencakup peningkatan produktivitas pangan, kelancaran distribusi, integrasi data harga dan pasokan, serta penyelarasan program kerja pengendalian inflasi. Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi strategi 4K dalam menjaga stabilitas harga.
HLM TPID dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kediri Raden Roro Theresia, Pj Sekda M. Ferry Djatmiko, pimpinan OPD, Bulog, BPS, dan perwakilan Polresta Kediri.
Posting Komentar untuk "Jelang Nataru 2026, Pemkot Kediri Perkuat TPID untuk Kendalikan Inflasi dan Stabilkan Harga Pangan"