Kerusuhan ini terjadi di tengah gelombang aksi nasional menyusul kematian Affan Kurniawan, driver ojek daring yang tewas tertindas kendaraan taktis Brimob dalam demonstrasi di Jakarta. Gelombang protes serupa merebak di Jabodetabek, Surabaya, Malang, dan sejumlah daerah di Indonesia, menuntut keadilan dan menolak kenaikan tunjangan DPR serta lonjakan harga kebutuhan pokok.
Dari mobil pengeras suara, orator aksi menyerukan kelanjutan demonstrasi ke gedung DPRD Kota Kediri.
“Mari kita sekarang pulang dulu semuanya, kita siapkan aksi demonstrasi besok di gedung DPRD Kota Kediri,” katanya.
Komandan Kodim 0809/Kediri, Letnan Kolonel Infanteri Ragil Jaka Utama, menyayangkan kericuhan tersebut. Menyayangkan aksi demonstrasi yang telah terjadi di Kota Kediri, selama ini dikenal damai aman, nyaman sejahtera. Tidak boleh terjadi lagi aksi serupa. Harusnya malu sebagai warga Kota Kediri adanya aksi ini.
Ia pun memastikan pihaknya bersama sejumlah pemangku kepentingan kota turun tangan menjaga keamanan.
“Saat ini masyarakat sudah membubarkan diri, dan kita himbau terus TNI, Polri, memberikan himbauan kepada massa untuk pulang. Tidak usah bikin permasalahan lagi,” pintanya.
Menanggapi kerusakan fasilitas dan kendaraan di Mapolres Kediri Kota, Komandan Kodim 0809/Kediri, Letkol Inf Ragil, membenarkan insiden itu. Ia pun menyayangkan aksi massa yang berujung perusakan.
“Ada tapi tidak banyak, itulah adik-adik ini tidak berpikir panjang, kasian yang punya kendaraan. Jangan sampai terulang lagi,” tutupnya.(*)