Sabtu, 15 Juni 2024
27 C
Surabaya
More
    OpiniPojok TransparansiMenimang "Pulung" Rekomendasi dari PKB untuk Abah Bandi atau Mas Iin

    Menimang “Pulung” Rekomendasi dari PKB untuk Abah Bandi atau Mas Iin

    Catatan H. S. Makin Rahmat

    (Ketua SMSI (Serikat Media Siber Indonesia) Jatim & mantan Ketua LPBH NU Sidoarjo 2 Periode)

    SEBAGAI warga Nahdliyyin (Nahdlatul Ulama) ikut tergerak mengikuti perkembangan politik Sidoarjo, khususnya menjelang Pemilukada serentak 27 November 2024.

    Bagi Al faqir persoalan hukum yang menjerat mantan Kepala Daerah/ Bupati Sidoarjo Drs. H. Wien Hendraso dan H. Saiful Ilah, SH, MHum serta Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali alias Gus Muhdlor merupakan rangkaian puzzle politik yang tidak bisa terpisahkan begitu saja, termasuk ikhtiar memperebutkan rekomendasi.

    Siapa pun yang ikut bersaing dan bermain politik di Sidoarjo, sebetulnya kuncinya bagaimana bisa menguasai suara mayoritas Nahdliyyin yang telah memaklumatkan secara riil didominasi partai kebangkitan Bangsa (PKB), memperoleh 15 kursi.

    Walau mengalami penurunan, PKB Sidoarjo dibawah komando Abah Bandi patut bersyukur karena bersamaan dengan badai tsunami yang begitu dahsyat. Hal membuktikan, peran ulama masih mempunyai basis massa kuat untuk memilih dan memilah antara Pilpres dan Pileg.

    Tanpa mengesampingkan kepentingan parpol yang lain, terutama Gerindra kian menggeliat, sosok madzhab pribadi tidak bisa terpisahkan. Jujur, Abah Ipul, mantan Wabup dan Bupati dua periode masih menyimpan mesiu dan loyalis serta bargaining dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

    Begitu pula kubu Bumi Sholawat (BS) dengan kharisma KH Agoes Ali Masyhuri. Walau mengalami kerenggangan komunikasi di internal PKB, pasca Deklarasi dukungan ke Paslon Pilpres 02 Prabowo-Gibran, fanatisme, strategi dan suwuk Gus Ali tidak bisa dianggap sembarangan.

    Hasil Rukyatul tim survei politik untuk mangapling elektabilitas, bagi saya merupakan dirigen arasemen politik pendukung, penyokong turunnya rekomendasi. Secara kalkulasi, koalisi besar yang dibangun PKB dengan tim desk Pilkada menjadi jejaring awal melapangkan jalan demi suksesnya Pilkada Sidoarjo yang belum bisa lepas dari patron ulama, NU dan Nahdliyyin.

    Bahkan untuk mengunci, Abah Bandi sudah menghitung sebanyak 41 kursi hampir pasti berada di barisannya. Selain PKB, ada Gerindra, Golkar, Nasdem, Demokrat, PKS , PAN dan PPP siap membentuk koalisi besar membangun Sidoarjo.

    Kembali ke estimasi, hanya PDIP yang aktif menjaring bacabup dan bacawabup. Itupun dengan catatan dapat support dari partai lain, setidaknya PAN dan PKS. Tapi, prediksi Al faqir, itu hanya sebagai penggembira lebih terhormat daripada calon tunggal lawan bumbung kosong.

    Kembali mencermati kepada siapa rekomendasi PKB akan turun? Duet kakak beradik, Abdul Halim Iskandar Ketua DPW PKB Jatim dan Ketum PKB Gus Imin merupakan pasangan multitalent. Gemblengan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang akhirnya ditlikung, bisa Al faqir pastikan ada jurus-jurus akrobatik yang sensasional, hingga “Pulung” rekomendasi turun ke Abah Bandi atau H. Ahmad Amir Askichin alias mas Iin.

    Mengapa nama H. Usman, Ketua DPRD Sidoarjo tidak masuk dalam perhitungan. Al faqir yang kebetulan banyak terlibat dalam pergolakan politik di Sidoarjo, yakin Abah Usman kader yang loyal dan penuh dedikasi. Kemampuan kedekatan dengan Abah Ipul (mas Iin) dan sebelumnya begitu mesra dengan Gus Muhdlor BS, bisa menafsirkan sendiri sosok Abah Usman sebagai politisi figuran yang pantas mendapatkan Oscar.

    Sekali lagi, banyak misteri yang belum terungkap ke permukaan. Siapa pun punya hak berpendapat dan menyampaikan argumentasi. Pertanyaan menggelitik, mengapa rekomendasi dari PKB belum turun, padahal Abah Bandi juga Ketua PKB Sidoarjo sudah memproklamirkan diri mendaftarkan bersama Bu Hj Mimik Idayana, istri dari politikus Gerindra anggota DPR RI H. Rahmat Muhajirin. Semua patut disimak. Wallahu a’lam bish-showab. (*)

    Penulis : H. S. Makin Rahmat

    COPYRIGHT © 2024 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan