Minggu, 19 Mei 2024
27 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaMasa Bakti Berakhir, Organisasi Alumni ITS Krisis Kepengurusan

    Masa Bakti Berakhir, Organisasi Alumni ITS Krisis Kepengurusan

    SURABAYA (Wartatransparansi.com) – Organisasi tempat bernaung para alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya sedang mengalami krisis kepengurusan. Sebab, seluruh pengurus PP Ikatan Keluarga Alumni ITS (IKA ITS) periode 2019-2023 masa jabatannya telah berakhir tanpa sempat mengadakan Kongres untuk memilih kepengurusan baru.

    “Sesuai pasal 20 ayat 3 Anggaran Rumah Tangga (ART IKA ITS) tahun 2017 disebutkan bahwa masa jabatan kepengurusan IKA ITS adalah 4 tahun,” kata Dr. Gunawan Aji lewat rilisnya yang diterima Rabu(20/12/2023).

    Gunawan yang juga anggota Dewan Pakar PP IKA ITS 2019-2023, menjelaskan, kepengurusan IKA ITS dilantik pada 17 Desember 2019 lewat Keputusan Ketua Umum PP IKA ITS Nomor 01/KPTS/PP IKA ITS/XII/2019.

    “Artinya tepat pada tanggal 17 Desember kemarin, sesuai ART IKA ITS, maka seluruh Kepengurusan IKA ITS baik PP maupun Senat,  telah berakhir,” jelasnya.

    Berakhirnya Kepengurusan IKA ITS tanpa sempat memilih Ketua Umum yang baru disesalkan banyak pihak. Bahkan, Ketua Dewan Penasihat IKA ITS Prof M Nuh bersama Ketua Dewan Pakar IKA ITS Dr. Dwi Soetjipto sampai mengeluarkan maklumat tentang telah berakhirnya masa jabatan Pengurus IKA ITS.

    Baca juga :  Progres Capai 43 Persen, RSUD Surabaya Timur Beroperasi September 2024

    Pokok masalahnya, terang Gunawan, Ketua Umum PP IKA ITS Sutopo Kristanto beralasan bahwa masa jabatannya belum berakhir karena berpedoman pada waktu disahkannya Badan Hukum IKA ITS yang memuat beberapa perubahan AD/ART IKA ITS.

    “Padahal pasal 17 ayat 1 AD IKA ITS jelas menyebutkan bahwa segala perubahan AD/ART itu hanya bisa dilakukan dan disahkan lewat Kongres,” tegas Gunawan.

    Pria yang selalu terlibat dalam Perumusan dan Perubahan AD ART IKA ITS sejak tahun 2007 ini berharap aktivis IKA ITS baik yang tergabung dalam Komisariat Jurusan maupun Pengurus Wilayah bisa segera menyikapi hal ini, dan mendorong segera diadakan Kongres untuk memilih kepengurusan baru.

    “Agar kapal besar IKA ITS ini tidak terombang ambing di tengah lautan karena ketiadaan nakhoda,” pungkasnya.

    Baca juga :  Pemkot Kebut Perbaikan Saluran Air di Perkampungan Surabaya

    Masa Bakti Berakhir, Organisasi Alumni ITS Krisis Kepengurusan

    Maklumat Bersama

    Sebelumnya, pada 15 Desember 2023, Dewan Penasehat IKA ITS mengeluarkan Maklumat yang diteken oleh Ketua Dewan Penasehat IKA ITS Muhammad Nuh, dan Ketua Dewan Pakar IKA ITS Dwi Soetjiopto.

    Maklumat itu ditujukan kepada Pengurus Wilayah IKA ITS, Pengurus Komisariat Jurusan ITS, dan segenap Alumni ITS.

    Dalam Maklumat itu disebutkan, berdasarkan kepada:

    1. Kongres IKA ITS th 2019 di Jakarta pada tanggal 16 November 2019.
    2. Surat Keputusan Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni ITS (PP IKA ITS) Nomor : 01/KPTS/PP IKA ITS/XII/2019, Tanggal 17 Desember 2019, tentang susunan Dewan Penasehat, Dewan Pakar, Pengurus Pusat Ikatan Alumni ITS (PP IKA ITS).
    3. Anggaran Rumah Tangga (ART) IKA ITS 2017 pasal 20 ayat 3 yang menyebutkan bahwa masa jabatan dalam kepengurusan organisasi IKA ITS adalah 4 (empat) tahun.
    4. Anggaran Dasar (AD) IKA ITS 2017 Pasal 17 ayat 1 yang menyebutkan bahwa Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) IKA ITS hanya dapat diputuskan dan disahkan didalam Kongres.

    Baca juga :  Kurang Puas Penataan Kota Lama, Eri Minta Perbaikan

    Dengan demikian dinyatakan bahwa: Kepengurusan Pengurus Pusat dan keanggotaan Senat di IKA ITS periode 2019-2023, berdasarkan hasil Kongres tanggal 16 November 2019, semuanya berakhir pada tanggal 17 Desember 2023.

    Sementara itu, menanggapi adanya surat Dewan Penasehat IKA ITS, mengutip zonasatunews.com,  alumni senior ITS Sritomo Wignjosoebroto mengatakan, PP IKA ITS dan Senat IKA ITS berakhir tugas dan masa jabatannya.

    Maklumat hanya semacam “woro- woro” minta perhatian kalau ada masalah mendesak (urgent) di organisasi IKA-ITS yang perlu penyelesaian segera.

    “Sebaiknya Rektor turun untuk menyelesaikan kemelut soal IKA-ITS,” kata alumni senior yang sering dipanggil Pak Momok itu.

    “Saya sejak awal petisi sampai dengan mosi tidak percaya sudah menyatakan keprihatinan untuk kemelut ini,” tegasnya. (*)

    Reporter : Wetly

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan