Rabu, 28 Februari 2024
31 C
Surabaya
More
    Jawa TimurMojokertoDongkrak Ekonomi Keluarga, Bupati Mojokerto Gelar Pelatihan Olahan Kue Kering

    Dongkrak Ekonomi Keluarga, Bupati Mojokerto Gelar Pelatihan Olahan Kue Kering

    MOJOKERTO (WartaTransparansi.com) –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menggelar Pelatihan Keterampilan Olahan Kue Kering dan Healthy Foods, di aula SMKN 1 Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan penguatan ekonomi keluarga ini bertujuan menjadikan masyarakat yang mandiri sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.

    Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati saat mengunjungi penutupan kegiatan menyampaikan pentingnya 5 Kunci keamanan pangan untuk keluarga. Menurutnya, 5 Kunci keamanan pangan untuk keluarga adalah prinsip dasar yang penting untuk penerapan keamanan pangan yang dapat digunakan sebagai tindakan pencegahan keracunan pangan, seperti beli pangan yang aman, simpan pangan secara aman, mengolah dan menyajikan pangan secara aman serta bersih selalu.

    “Ini adalah sesuatu yang perlu diperhatikan dalam membuat produk makanan. Karena yang sering terjadi, salah satu penyebab penyakit pada masyarakat adalah kurang terjaminnya keamanan pangan yang dikonsumsi,”jelas Bupati Ikfina, usai menutup kegiatan, Kamis (23/11/2023), sore.

    Baca juga :  Kabur ke Kalimantan Bapak Tiri dan Menantu Pemerkosa Gadis Bawah Umur Diringkus Polisi

    Bupati Ikfina menambahkan, keamanan pangan merupakan kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan empat cemaran, yaitu cemaran ekologis, biologis, kimia, dan fisik. Selain itu, produk pangan yang tidak mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat maka aman untuk dikonsumsi.

    “Kemudian dalam membuat produk pangan yang perlu diperhatikan yakni memastikan kondisi produk sudah bersih, tempat pembelian bahan dipastikan sudah bersih, serta membeli secukupnya sesuai kebutuhan dan disesuaikan dengan kapasitas tempat penyimpanan di rumah,” imbuhnya.

    Orang nomor satu dilingkup Pemkab Mojokerto ini juga meminta kader PKK untuk membuat produk pangan yang bagus dan tahan lama, dengan memperhatikan nilai kelengkapan gizi dan juga kehigenisan makanan. Kemudian memperhatikan sanitasi seluruh permukaan yang bersentuhan dengan pangan dan alat untuk mengolah pangan.

    Baca juga :  Isu Kekerasan Antar Pelajar Marak Pemkot Mojokerto Perkuat Peran TPPK

    “Termasuk menjaga kebersihan dapur dari kuman, karena sebaran kuman ini tak tampak mata. Ada di tanah, udara, hewan, dan manusia. Kuman ini bisa terbawa oleh pangan melalui serbet dan peralatan, terutama pada talenan yang dapat mencemari pangan dan menyebabkan penyakit. Kemudian mengolah pangan dengan tepat dengan bahan baku yang aman, ini juga perlu diperhatikan,” pungkasnya.

    Rindahwati, anggota DPRD yang turut hadir pada penutupan pelatihan Olahan Kue Kering dan Healthy Foods menambahkan, kegiatan semacam ini perlu dilakukan sesering mungkin dengan jumlah peserta yang lebih banyak dan heterogen.

    Dijelaskan jika kegiatan semacam ini dibarengi dengan sosialisasi pada masyarakat luas dan umum, maka peserta akan lebih banyak dan variatif.  Sedangkan warga yang ingin mendaftar dan ikut pada pelatihan sejenis ini, tentunya benar-benar warga yang berkeinginan belajar untuk menguasahai materi pada pelatihan.

    Baca juga :  Cegah Banjir Pj. Walikota Bersama PKK dan Warga Gotong Royong Bersihkan Lingkungan

    “Jika penyelenggara pelatihan Olahan Kue Kering dan Healthy Foods punya misi ingin sejahterakan ekonomi masyarakat dan dibarengi dengan peserta yang ingin mendapatkan ilmu atau pengalaman seperti pada materi pelatihan, maka manfaatnya benar-benar siring dan peningkatan ekonomi keluarga mudah terwujud”jelas Rindahwati.

    Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Mojokerto, Yudha Akbar Prabowo, menjelaskan pelatihan yang di laksanakan di aula SMKN 1 Dlanggu, Kabupaten Mojokerto ini berlangsung selama 3 hari dan  diikuti 42 peserta sebagian besar dari wilayah Kec. Pacet. Mereka dilatih untuk memiliki keterampilan olahan jajanan kering  dan Healthy Foods. Dimaksudkan setelah selesai pelatihan ini mereka mampu membuka usaha sesuai pengalaman yang didapat  sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. (*)

    Reporter : Gatot Sugianto

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan