Selasa, 21 Mei 2024
32 C
Surabaya
More
    Jawa TimurJombangGubernur Jatim Resmikan MTs Sains Salahuddin Wahid Tebuireng Puteri

    Gubernur Jatim Resmikan MTs Sains Salahuddin Wahid Tebuireng Puteri

    JOMBANG (Wartatransparansi.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sains Salahuddin Wahid Pesantren Tebuireng Putri Kesamben Jombang, Minggu (19/11).

    Peresmian MTs Sains Salahuddin Wahid ditandai dengan penekanan tombol digital dan Penandatanganan Prasasti oleh Gubernur Khofifah didampingi Pj. Bupati Jombang Sugiat, Pengasuh Ponpes Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz Perwakilan Keluarga KH Salahuddin Wahid, Nyai Hj. Farida Salahudin Wahid dan Ketua Yayasan Hasyim Asy’ari dr. Ali Faisal.

    “Marilah kita bersama-sama membaca basmalah, _Bismillahirrahmanirrahim_ Madrasah Tsanawiyah Sains Salahuddin Wahid kita nyatakan bersama resmi dibuka,” ujar Gubernur Khofifah.

    MTs. Sains Salahuddin Wahid ini dibangun di atas lahan 6 hektar dan berada dalam komplek Madrasah Aliyah Sains Salahuddin Wahid. MTs ini dilengkapi dengan sarana antara lain sarana ibadah, ruang kelas, laboratorium komputer, perpustakaan, lapangan olahraga, UKS, gedung asrama santri, dan aula.

    Dengan diresmikannya MTs Sains, Gubernur Khofifah optimis pondok pesantren tidak lagi dipandang sebagai lembaga pendidikan tradisional yang gagap teknologi. Sebab MTs ini mampu mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan yang penuh kesantunan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.

    “Harus ada _speaker_ yang menyampaikan kepada dunia terhadap peran pesantren dalam menjaga harmoni kehidupan serta penguasaan iptek. Dan hari ini _message_ itu telah dibawa pesantren Tebuireng yang telah memiliki pendidikan trans sains. Dari MTs-nya saja sudah sains sehingga terminologi tentang pesantren tradisional itu harus bisa dinarasikan dengan sebaik mungkin agar tidak mis persepsi,” katanya.

    “Karena perspektif dunia tentang pesantren tradisional itu seolah-olah gaptek, maka madrasah tsanawiyah sains ini sebagai salah satu jawaban,” imbuhnya.

    Khofifah menambahkan, bahwa cara yang bisa dilakukan untuk mengenalkan perspektif pesantren saat ini kepada dunia adalah dengan membawa dan melibatkan pesantren di forum internasional lebih masif lagi.

    “Harus dibawa contoh-contoh pesantren sains seperti Tebuireng ini untuk dikenalkan kepada dunia, ini tsanawiyahnya saja sudah berbasis sains tanpa meninggalkan kekuatan ilmu agamanya” tuturnya. (*)

    Reporter : Gatot Sugianto

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan