Sabtu, 18 Mei 2024
30 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaGolkar Surabaya Gelorakan Prabowo Capres 2024

    Golkar Surabaya Gelorakan Prabowo Capres 2024

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Partai Golkar resmi tentukan dukungannya kepada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden di Pilpres 2024. Dukungan Golkar itu disampaikan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto langsung di depan Prabowo pada acara deklarasi yang digelar di Museum Proklamasi, Jakarta Pusat, Minggu (13/8/023).

    Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya, Arif Fathoni mengapresiasi pilihan ketua umum Golkar. Menurutnya, Airlangga Hartarto telah meletakkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.

    “Kami anggap Pak Airlangga negarawan sejati,” ujarnya, Selasa (15-08-2023).

    Terkait dukungan Partai Golkar kepada Letjen (purn) Prabowo Subianto, menurut Arif Fathoni adalah langkah yang brilian. Karena Prabowo termasuk anak bangsa yang memiliki rekam jejak yang jelas, pemimpin yang kokoh.

    Geo-politik global saat ini sedang tidak menentu. Artinya, bangsa Indonesia membutuhkan pemimpin yang memiliki prinsip dan keteguhan dalam pendirian, seperti sosok Jokowi.

    “Ya, kami melihat bahwa yang bisa meneruskan legacy yang ditinggalkan Jokowi adalah Prabowo,” ungkapnya.

    Baca juga :  Kurang Puas Penataan Kota Lama, Eri Minta Perbaikan

    Polutisi muda yang akeab disapa Toni ini mengatakan, Partai Golkar harus getol mensosialisasikan figur Prabowo. Partai Golkar Surabaya dan parpol koalisi lain yang ada di Kota Pahlawan bisa berkontribusi dalam memenangkan Prabowo yang identik sejak muda dengan panggilan 08 menjadi Presiden ke-8 Republik Indonesia.

    “Kita akan ajak kader-kader Partai Golkar untuk all-out sosialisasikan nama Prabowo di masyarakat Surabaya,” tandasnya.

    Pelaksanaan Pemilu 2024 memang kurang lima bulan, maka Partai Golkar Surabaya gerak cepat konsolidasi dan sosialisasikan sosok Prabowo. Polotisi muda ini menjelaskan, sebenarnya semua calon legislatif (caleg) DPRD Kota Surabaya dari Partai Golkar sudah empat bulan turun dan menyapa masyarakat. Namun demikian belum mengkampanyekan sosok Prabowo calon presiden.

    “Kita tinggal tugaskan kembali mereka untuk mengampanyekan nama Prabowo agar terpatri di hati masyarakat Surabaya, sehingga Prabowo bisa memenangkan hati masyarakat Surabaya, ” tuturnya.

    Baca juga :  Easy Paspor Pasar Atom Mall Diinisiasi Imigrasi Tanjung Perak Diserbu Pemohon

    Toni mengaku, jika selama ini ketua-ketua parpol di Surabaya intens bertemu, ngopi dan lain sebagainya. Sehingga peristiwa pada Minggu (13-08-2023), saat Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo, dirinya langsung komunikasi dengan Ketua DPC Partai Gerindra Kota Surabaya Cahyo Harjo Prakoso, Ketua DPD PAN Kota Surabaya KH Mahsun Djadjadi, dan Ketua DPC PKB Kota Surabaya Musyafak Rouf.

    “Dalam waktu dekat, InsyaAllah kita akan ngopi bersama guna merumuskan strategi taktis bagaimana Surabaya bisa menjadi salah satu kontributor pemenangan Prabowo jadi presiden ke-8,” jelas anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya ini.

    Toni menerangkan, bahwa pada sistem multipartai seperti saat ini, syarat untuk bisa mengajukan calon presiden (capres) harus memenuhi ambang batas Presidential Threshold. Karena suara Golkar Tidak mencukupi harus bergabung dengan partai lain yang punya tujuan yang sama. Yaitu kesamaan pandang bahwa partai-partai yang mendukung Prabowo merasa yakin bahwa Prabowo adalah figur yang tepat untuk meneruskan apa yang telah dilakukan Jokowi sembilan tahun terakhir.

    Baca juga :  Wali Kota Minta PPK Jaga Netralitas Pilkada Surabaya

    “Marilah kita memberikan pendidikan politik yang baik kepada rakyat, bukan dengan cara Playing Victim. Artinya menempatkan diri seolah-olah korban, ” tandas Toni.

    Ia menambahkan, pilihan Golkar kepada Prabowo adalah terhadap rekam jejak sebagai pengabdi negara sejati.

    Dia menilai politik-politik melonkolis seperti ini sudah tidak layak lagi. Karena apa? ” Hari ini yang kita bisa edukasi ke masyarakat adalah rekam jejak pengabdian kenegaraan capres. Jadi jangan ada narasi partai ini mengeroyok si A untuk membangkitkan nostalgia dan romantisme masa lalu. Menurut kami peristiwa yang sama tidak bisa diulang berkali-kali, ” tuturnya.

    Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) tak bersatu lagi karena Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendukung Ganjar Pranowo. Toni menyampaikan bahwa masalah KIB ini ranahnya ketua umum-ketua umum di pusat, Kita tinggal mengikuti saja.

    “Yang pasti hubungan kami dengan seluruh partai bagus.Bahkan, dengan adanya deklarasi ini semakin menguatkan kita, khususnya partai-partai pengusung Prabowo,” pungkasnya. (*)

    Reporter : Sumardji

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan