Sabtu, 18 Mei 2024
30 C
Surabaya
More
    Jawa TimurMojokerto844 Desa di Jatim Mengalami Kekeringan, Gubernur : Perlu Gotong Royong

    844 Desa di Jatim Mengalami Kekeringan, Gubernur : Perlu Gotong Royong

    MOJOKERTO (Wartatransparansi.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, potensi kekeringan di Jatim tahun 2023 ini diperkirakan terjadi di 27 kab/kota yang terdiri dari 221 kecamatan, 844 desa/kelurahan dan 1.617 dusun. Dengan rincian 500 desa kering kritis, 253 kering langka, dan 91 desa kering langka terbatas.

    Hal tersebut diungkap Khofifah ketika melakukan peninjauan di Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kab. Mojokerto, Senin (19/6/2023). Menurut Gubernur, berdasarkan informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), musim kemarau 2023 di Jatim diperkirakan terjadi pada Mei – September 2023.

    Untuk itu, ia memastikan BPBD Provinsi Jawa Timur terus melakukan pendistribusian air bersih ke sejumlah wilayah yang dilanda kekeringan. Khusus di Kec. Ngoro ini, dilakukan pendistribusian air selama 45 hari mulai tanggal 12 Juni – 26 Juli 2023.

    Khofifah mengatakan, data di BPBD Jawa Timur per (18/6), krisis air melanda tiga desa di kaki Gunung Penanggungan, Kabupaten Mojokerto. Yang meliputi Desa Kunjorowesi dan Manduro Manggung Gajah (Kecamatan Ngoro) serta Desa Duyung (Kecamatan Trawas).

    Total, penduduk yang terdampak kekeringan air bersih mencapai 7.589 jiwa/2.409 KK. Dengan rincian warga terdampak dari Desa Kunjorowesi 4.937 jiwa/1.556 KK, Desa Manduro Manggung Gajah 1.861 jiwa/597 KK dan Desa Duyung 791 jiwa/256 KK.

    Baca juga :  Sekolah Orang Tua Hebat dan Sekolah Lansia Tangguh di Mojokerto

    Khofifah dengan didampingi Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, memastikan bahwa proses distribusi air bersih menggunakan mobil tangki kapasitas 4.000 liter berjalan dengan baik. Bahkan, ia juga berkesempatan langsung mengisi sendiri jerigen-jerigen yang dibawa masyarakat untuk mengambil air bersih dari mobil tangki.

    Setiap harinya distribusi air bersih ke Desa Kunjorowesi sebanyak 4 tangki, sedangkan Desa Manduro Manggung Gajah dan Duyung masing-masing 3 tangki. Kapasitas tangki sekali pengiriman adalah 4.000 liter.

    “Alhamdulillah hari ini kita bisa memberikan sapaan berupa suplai air bersih. Disini kebutuhan sehari-hari rata-rata 10 tangki kapasitas 4.000 liter tapi tidak hanya di dusun ini tapi beberapa dusun lain. Namun juga tadi saya lihat sudah banyak tandon dari BPBD di sejumlah titik di Desa ini. Tentunya Ini jadi bagian dari upaya kita mendekatkan distribusi air bersih ke rumah-rumah penduduk,” katanya.

    Baca juga :  Baru 6 Jam Keluar Lapas, Jambret Iphone di Benpas Mojokerto Diringkus Polisi 

    Sebelumnya, guna mengantisipasi masalah kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jatim, Gubernur Khofifah juga telah memimpin langsung rakor dan Apel Siaga Gabungan Pengendalian Karhutla di Pasuruan (7/6) lalu.

    Untuk itu penanganan kekeringan ini butuh gotong royong dan kebersamaan baik dari Pemprov Jatim, Pemkab Mojokerto, maupun dari pihak kecamatan, desa, dusun sampai para relawan. Ini tadi saya lihat ada BPBD, TAGANA, TKSK dan pendamping PKH. Saya mohon jaga kekompakan dan guyub rukun untuk memberikan layanan bagi seluruh masyarakat,” katanya.

    Lebih lanjut Khofifah mengatakan, untuk mengatasi masalah kekeringan di Desa Kunjorowesi ini, pada dasarnya sudah dilakukan uji coba pembuatan sumur artesis. Namun pada kedalaman 40 meter ada bebatuan. Dimana untuk menyiapkan sumur artesis ini, secara teknologi harus disupport alat untuk mendeteksi melalui kedalaman tertentu dan keamanan tertentu.

    “Maka kita harus secara kontinyu mensuplai air bersih hingga tingkat keterpenuhan air bersih masyarakat bisa kita penuhi. Terimakasih pada seluruh pihak yang telah bersama-sama bersinergi membantu pendistribusian air bersih mulai dari BPBD, Pemkab Mojokerto, sampai dengan TNI dan Polri yang terus memberikan support agar suplai air bersih ini berjalan lancar,” katanya.

    Baca juga :  Peserta Didik Baru SD dan SMP Kota Mojokerto Dapat Seragam Baru Gratis

    Dalam kesempatan itu Gubernur Khofifah turut menyerahkan bantuan tambahan berupa tandon ukuran 1.200 liter sebanyak 4 unit, terpal sebanyak 30 pcs, 100 paket sembako, 2 unit tandon lipat dan 300 buah jerigen dari BPBD Provinsi Jatim.

    Sementara itu Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengatakan kedatangan Gubernur Khofifah ini sekaligus untuk bersama-sama mencari solusi bagi warga Kunjorowesi terkait kebutuhan air bersih terutama di musim kemarau.

    “Terimakasih atas kerawuhan Ibu Gubernur. Mugi-mugi kerawuhan ibu membawa berkah bagi masyarakat disini,” pungkasnya.

    Status tanggap darurat kekeringan dan karhutla tahun 2023 juga telah diterbitkan Pemkab Mojokerto terhitung tanggal 1 Juni 2023 – 31 Oktober 2023. Hal ini tertuang dalam Keputusan Bupati Mojokerto No. 188.45/176/HK/416-012/2023 tentang status tanggap darurat kekeringan dan karhutla tahun 2023.

    Sementara Pemkab Mojokerto telah mengalokasikan anggaran reguler sebesar Rp. 199.350.000,- untuk pengadaan air bersih sebanyak 443 tangki dengan pembagian Desa Kunjorowesi 179 tangki, Desa Manduro Manggung Gajah dan Duyung masing-masing 132 tangki. (*)

    Reporter : Gatot Sugianto

    Editor : Amin

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan