Eri menjelaskan memang ada birokrasi yang harus dituntaskan agar Persebaya bisa bermain di GBT. Sebagai informasi, sejak November lalu ada serah terima GBT dari Pemkot ke KemenPUPR terkait persiapan Piala Dunia U-20. Dan saat ini, posisinya belum ada serah terima ulang. ”Karena itu, Kamis nanti saya bersama Mas Azrul (Azrul Ananda, Dirut Persebaya), akan menghadap KemenPUPR, kami meminta izin untuk Persebaya bisa bermain di GBT,” kata Eri.
Bahwa ada proses jahit rumput sintetis yang belum tuntas, menurut Eri itu bukan satu halangan. Sebab, proses penjahitan bisa dilakukan ketika GBT tidak dipakai. ”Tinggal dicarikan waktu, dan penyesuaian jadwal. Kalau Persebaya tidak bisa pakai GBT, Timnas vs Palestina juga tidak bisa di GBT kan. Saya sudah diskusi dengan Pak Waketum, secara teknis dua-duanya bisa main di GBT,” ucap Eri.
Persebaya akan memulai latihan Rabu besok (10/5) untuk menyongsong Liga 1 2023/2024. Pada 28 Mei rencananya Bajol Ijo akan melakoni uji coba melawan Bali United. Lalu pada 18 Juni akan kembali menjalani partai uji coba di GBT melawan Persija. Di luar jadwal uji coba di GBT, Ze Valente dkk juga akan melakoni uji coba di markas klub lain. (sr)





