Sabtu, 22 Juni 2024
27 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaBuktikan Surabaya Kota Toleransi, Pemkot Pasang Ornamen Khas Pecinan Sambut Imlek

    Buktikan Surabaya Kota Toleransi, Pemkot Pasang Ornamen Khas Pecinan Sambut Imlek

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ingin membuktikan bahwa Kota Pahlawan sebagai kota toleransi. Untuk itu, menyambut perayaan tahun baru Imlek 2023, pemkot memasang sejumlah ornament khas pecinan di sejumlah lokasi.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, pemasangan ornamen khas pecinan itu sudah ada yang dibuat dan sebagian sudah terpasang. “Kita pasang di tempat-tempat ikonik di Surabaya. Seperti pada saat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) kemarin,” kata Hebi, Rabu (11/1/2022).

    Ornamen khas pecinan itu rencananya akan menghiasi kawasan Balai Kota, Balai Pemuda, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Tunjungan hingga Jembatan Sawunggaling. Selain itu, di kawasan pecinan Kya-kya juga akan ditambahi ornamen dan sedikit perbaikan.

    Baca juga :  Ratusan Siswa Ikut Sunatan Massal di Lima Wilayah Surabaya

    “Ornamen-ornamen itu berbeda dari sebelumnya, seperti di Jembatan Sawunggaling itu nanti ada tulisan-tulisannya. Ada ornamen lampion dari akrilik di pohon dan ornamen menarik lainnya,” paparnya.

    Hebi menargetkan, pemasangan ornamen khas pecinan dalam menyambut Tahun Baru Imlek itu, akan selesai pada pekan depan.

    “Nanti ada juga pemasangan ornamen khas pecinan yang bentuknya besar, rencananya di Balai Kota dan Jembatan Sawunggaling,” tuturnya.

    Pemasangan pernak-pernik pada saat menjelang perayaan hari besar umat beragama ini, merupakan bagian dari wujud Surabaya kota toleransi.

    Dalam mewujudkan hal itu, Wali Kota Eri Cahyadi berpesan kepada seluruh umat beragama di Surabaya, bahwa toleransi bukan sekadar diwujudkan secara lisan.

    Baca juga :  Pemprov Jatim Komitmen Tingkatkan Layanan RS Korpri Pura Raharja

    “Saya harap toleransi di Kota Surabaya tidak hanya diucapkan secara lisan, namun juga diwujudkan di setiap menjelang peringatan hari besar keyakinan tertentu. Seperti ketika peringatan Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru),” ujarnya. (*)

    Reporter : wetly

    Sumber : WartaTransparansi

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan