Selasa, 7 Februari 2023
24 C
Surabaya
More
    Pojok TransparansiMasa Depan Sepakbola Indonesia, Sungguh-Sungguh atau Drama (4)

    Masa Depan Sepakbola Indonesia, Sungguh-Sungguh atau Drama (4)

    Percepatan Kongres Biasa pemilihan, memang bukan jaminan menggganti Ketum Mochamad Iriawan (Iwan Bule, akrab) juga menggantikan sebagian besar Exco juga posisi Waketum, karena Statuta PSSI masih memberikan peluang voter bermain-main seperti permainan sepakbola itu sendiri, bertanding di lapangan hijau dan berdamai di luar lapangan hijau.

    Tentu berbicara mengenai percepatan Kongres dan perubahan kepengurusan juga menata tata kelola sepakbola lebih baik dan profesional, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada banyak kepentingan dan tarik menarik dalam dunia sepakbola Indonesia.

    Tentu saja semua kembali kepada kesungguhan PSSI melalui Tim Task Force (Satuan Tugas) Transformasi Sepakbola Indonesia. Apakah sungguh-sungguh atau sekedar menggelar drama dan sandiwara, untuk berbuat sesuatu untuk menyenangkan publik, terutama 83 persen penduduk Indonesia yang gandrung atau senang sepakbola.

    Yang pasti, Tim Task Force (Satuan Tugas) Transformasi Sepakbola Indonesia sudah menggelar rapat Jumat (21/10/2022). Total ada 16 orang yang hadir. Terdiri atas PSSI, pemerintah Indonesia, Polri, FIFA, hingga AFC. Ini adalah tindak lanjut setelah kedatangan Presiden FIFA, Gianni Infantino ke Jakarta pada, Selasa (18/10/2022), terkait Tragedi Kanjuruhan (baca, Tsunami Kanjuruhan).

    Baca juga :  Dahlan Iskan: Saya Tidak Pernah Absen Menulis (2 habis)

    Pembentukan TFF seperti kinerja
    Satgas dilakukan untuk mengembalikan tata kelola sepakbola di Indonesia, sesuai dengan ketentuan secara universal dengan mensinkronkan peran dan tanggung jawab dari setiap pemangku kepentingan sepakbola, merujuk ke FIFA dengan tetap mengedepankan kearifan lokal.

    Tujuan Satgas Tranformasi Sepakbola Indonesia, mewujudkan secara nyata kesinambungan antara berbagai pihak, mulai dari PSSI, pemerintah dan kepolisian, serta klub peserta dan penonton), dan memperbaiki manajemen infrastruktur, pengamanan dan penyelamatan, manajemen kerumunan, manajemen penonton, dan edukasi sepakbola.

    Apalagi dengan menilai Sepakbola di Indonesia sebagai passion, FIFA dan AFC berkomitmen untuk mendukung dan membantu PSSI saat situasi seperti ini. Mereka akan membantu di bidang keselamatan, keamanan, infrastructure stadion serta kampanye pendukung.

    Baca juga :  Dahlan Iskan dan Tulisannya (1)

    Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dalam rilis federasi menyatakan bahwa
    Satgas atau Tim Gugus Tugas ini dibentuk untuk transformasi sepak bola Indonesia seperti yang diinstruksikan oleh Presiden Joko Widodo.

    “PSSI bekerja bersama pemerintah untuk memperbaiki tata kelola sepak bola Indonesia dan memastikan tragedi di Kanjuruhan tidak terjadi lagi,” ujar Iwan Bule.

    “Kami yakin melalui upaya bersama ini akan menghasilkan komitmen bersama bahwa FIFA, AFC, PSSI dan pemerintah akan memastikan bahwa Indonesia adalah tempat yang nyaman untuk sepakbola. Pusat krisis akan segera ditetapkan untuk satgas bekerja bersama-sama,” ucap Ketum.

    Kesungguhan rapat perdana Tim Task Force (Satuan Tugas) Transformasi Sepakbola Indonesia, Jumat 21 Oktober 2022 dihadiri oleh:

    1. FIFA Head of Safety and Security : Serge Dumotier (bergabung Virtual)
    2. FIFA Project Manager East Asia – ASEAN Regional Office : Mr. Niko Nhouvannasak dan Chen Jin
    3. AFC : Head of Safety and Security : Brian Johnson (bergabung secara Virtual)
    4. Ketua Umum PSSI : Mochamad Iriawan
    5. Wakil Ketua Umum 1 KONI pusat Suwarno
    6. Stafsus Kemenpora, H. Mahfudin Nigara
    7. Tenaga Ahli Kemenpora, Uden Kusuma Jaya
    8. Direktur Prasarana Strategis Kemen PUPR, Direktur Prasarana Strategis ,Essy Asiah
    9. Karobinops SOPS Polri Roma Hutajulu,
    10. Analisis Kebijakan madya Bidang. Operasi Sops Polri. Kombes Pol. Tri Atmodjo Marawasianto
    11. Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes: Sumarjaya
    12. Direktur SUPD4 Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri : Zunaria
    13. Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi
    14. Wakil Sekretaris Jenderal PSSI Maaike Ira Puspita
    15. Direktur Kompetisi LIB Asep Saputra
    16. Manajer Event Sepakbola LIB Somad.

    Baca juga :  Dahlan Iskan: Saya Tidak Pernah Absen Menulis (2 habis)

    Menunggu hasil Satgas atau Gugus Tugas Transformasi Sepakbola Indonesia, adalah keniscayaan untuk melihat masa depan sepakbola Indonesia karena prestasi kepemimpinan Iwan Bule sudah. Ada kesungguhan atau tidak dari pemerintah atau hanya sekedar life service (pemanis di bibir), karena sepakbola di Indonesia begitu kuat, hebat dan bermartabat? Bahkan Kongres Luar Biasa Pemilihan sudah menjadi tradisi setiap 3 tahunan. (Djoko Tetuko/bersambung)

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan