Kamis, 18 April 2024
31 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaGubernur Khofifah, Korban Meninggal Insiden Kanjuruhan 125 orang

    Gubernur Khofifah, Korban Meninggal Insiden Kanjuruhan 125 orang

    MALANG (WartaTransparansi.com) – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa merilis bahwa berdasarkan data per pukul 17.30 WIB, Minggu (2/10/2022), hasil sinkronisasi dengan dinas kesehatan Kabupaten Malang yang mengoperasikan krisis center diketahui hanya 125 orang dinyatakan meninggal dunia.

    Ada penghitungan ganda terakit jumlah korban meninggal dalam targedi stadion Kanjuruhan usai pertandingan tuan rumah Arema FC vs Persebaya Surabaya.

    “Jadi per pukul 17.30 WIB, data sementara hasil sinkronisasi dengan dinas kesehatan Kabupaten Malang yang mengoperasikan krisis center tercatat 125 orang dinyatakan meninggal dunia,” kata Gubermur dalam pernyataan tertulisnya.

    Tadi ditemukan double pencatatan beberapa orang. Khofifah menuturkan proses identifikasi dan sinkronisasi jenazah korban insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang akan terus dilakukan.

    Baca juga :  PT Pegadaian Area Surabaya 1 Bagikan Bingkisan Lebaran Kepada Pengurus Bank Sampah Binaan

    Gubernur Khofifah mengaku sebelumnya dirinya telah melakukan zoom meeting dengan Rumah Sakit di Malang untuk penanganan korban. Prioritas penanganan yakni korban yang tengah di rawat di RSUD Kanjuruhan Kab. Malang dan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.

    Khofifah menegaskan, seluruh biaya pengobatan maupun perawatan jenazah korban yang menjalani perawatan di RSSA di tanggung Pemprov Jatim. Sementara untuk biaya pengobatan dan perawatan jenazah warga Malang, baik di RSUD maupun RS di wilayah tersebut akan menjadi tanggung jawab Pemkab dan Pemkot Malang.

    Tadi pagi rumah sakit  di Malang juga telah melakukan zoom meeting untuk mencari solusi dan koordinasi jika diperlukan tindakan yang membutuhkan rujukan. Layanan rujukan ditetapkan di RSSA Malang, urai Khofifah.

    Baca juga :  Khofifah IP : Unair Makin Tunjukkan Eksistensinya Sebagai Kampus Kelas Dunia

    Bagi korban yang meninggal dunia, Gubernur Khofifah memastikan semua prosesnya akan dilakukan dengan maksimal di RSSA. Mulai dari mengidentifikasi jenazah, mencocokkan dengan DNA keluarga, memandikan, mengkafani hingga mensalatkan jenazah bagi yang Muslim.

    Jika nanti setelah dari RSSA akan disalatkan kembali di tempat masing-masing juga dipersilahkan.

    Di RSSA sendiri sudah ada 17 jenazah yang proses identifikasi sudah selesai. Tapi masih perlu dicocokan dengan keluarga masing-masing.

    “Saya ingin menyampaikan khusus yang ditangani oleh RSSA maka semuanya dalam tanggungan pemprov jawa timur, kata Khofifah,” tegasnya.

    Bagi korban yang menjalani perawatan diberikan santunan sebesar Rp 5 juta rupiah. Sedangkan santunan takziah (meningga dunia) masing-masing 10 juta.

    Baca juga :  Khofifah IP : Unair Makin Tunjukkan Eksistensinya Sebagai Kampus Kelas Dunia

    Ketika kami kesana kira-kira jam 10.30 WIB itu, tindakan sudah diberikan banyak korban luka telah dirontgen dan seterusnya. Misalnya yang ada refraksi ya langsung di Gips, dan setelah itu mereka bisa masuk ke ruang rawat inap, kata Khofifah.

    Kami terus berusaha dan memastikan semua dalam proses penanganan terbaik dari kami, dari pemprov maupun dari pemkab dan pemkot malang. (*)

    Reporter : Amin

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan