Putra tokoh pers Dahlan Iskan itu mengatakan dia tidak akan mundur begitu saja dari Persebaya. Azrul Ananda akan tetap bertanggung jawab atas Persebaya hingga akhir musim 2022/2023. Dia juga akan memastikan terjadi transisi yang bagus kepada pengurus baru Persebaya. “Senin saya akan lakukan pertemuan, Saya akan ajukan surat pengunduran diri saya sebagai CEO. Kemudian setelah itu konsekuensi legal dan lain-lainnya akan kami tuntaskan,” ucapnya.
“Saya tidak akan meninggalkan begitu saja. Saya akan memastikan transisi berjalan bagus. Kita akan pastikan spirit-nya sama. Harus tetap di Surabaya, tidak boleh kemana-mana dan itu harus dikawal. Sebisa mungkin stakeholder-nya harus orang Surabaya,” imbuhnya.
Seperti diketahui Persebaya Surabaya musim ini tidak tampil sesuai harapan masyarakat kota Surabaya khususnya Bonek. Dari 10 laga yang sudah dilakoni, Persebaya hanya meraih tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan enam kekalahan. Tiga dari enam kekalahan Persebaya dialami secara beruntun saat melawan Bali United (0-1), PSM Makassar (0-3), dan RANS Nusantara (1-2).
Pada kekalahan terakhir melawan RANS Nusantara, suporter Persebaya, Bonek, marah besar. Mereka tidak puas turun ke lapangan. Bahkan melakukan perusakan terhadap fasilitas milik Pemkab Sidoarjo tersebut. Mereka melakukan protes dan tidak puas dengan prestasi yang dicapai Alwi Slamat dan kawan-kawan. (sr)





