Dalam penandatanganan yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia tahun 2022 itu, Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan dengan adanya penandatanganan kesepakatan ini diharapkan dapat dilakukan percepatan-percepatan untuk mengatasi masalah lingkungan. “Apa yang telah kita tandatangani, akan dilakukan ikhtiar melakukan berbagai langkah percepatan pengelolaan sampah, limbah, dan B3 bisa kita manage dengan sebaik mungkin,” kata Gubernur berhijab itu.
Pihaknya menambahkan, pentingnya daya dukung alam dan lingkungan dapat dilakukan dengan penguatan sinergitas dari pegiat lingkungan hidup dan semua elemen strategis di Jawa Timur. “Kampusnya bergerak, private sectornya bergerak,goverment, society bergerak, dan media memberikan suport,” tuturnya.
Senada dengan apa yang menjadi kebijakan Mas Dhito, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti menyampaikan optimalisasi TPS-3R dan bank sampah menjadi salah satu kunci mengatasi persoalan sampah. “Disamping mempersiapkan TPAS regional Kediri Raya, Pemerintah Kabupaten mengoptimalkan pengelolaan sampah di hulu,” kata dia.
Selain itu, terdapat gerakan-gerakan peduli lingkungan yang juga digandeng oleh Pemkab. Seperti Gerakan Sedekah Rosok, Komunitas Shodaqoh Sampah, hingga sedekah barang bekas. (adv kominfo/abi)





