Jumat, 14 Juni 2024
28 C
Surabaya
More
    Jawa TimurKediriJaga Ekosistem, Bupati Kediri Bentuk Pokmaswas Hingga Tebar 50 Ribu Benih Ikan

    Jaga Ekosistem, Bupati Kediri Bentuk Pokmaswas Hingga Tebar 50 Ribu Benih Ikan

    KEDIRI (WartaTransparansi.com)  – Bupati Kediri menebar benih ikan lokal di Sungai Brantas. Hal ini dilakukan untuk menjaga kelestarian populasi ikan di sungai terpanjang kedua di Pulau Jawa ini.

    Orang nomor satu di Kabupaten Kediri ini menyebutkan restocking ikan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kelestarian ikan.

    “Restocking pada hari ini pada intinya menjaga kelestarian ikan yang ada di Bendung Gerak Waru Turi ini,” kata Hanindhito Himawan Pramana, Rabu (24/8/2022).

    Menurutnya, pada kesempatan tersebut terdapat 50.000 ekor benih ikan ditebar langsung ke Sungai Brantas dengan berbagai macam jenis. Seperti Sengkaring, Tawes, Wader , Gurame, hingga nilem hitam.

    Bupati muda yang gemar mengendarai vespa ini berharap dengan adanya restocking ikan di perairan umum, diharapkan mampu menjaga ekosistem air.

    Baca juga :  Pemkot Kediri Pastikan Struktur Jembatan Brawijaya Masih Aman, Meski Alami Kebakaran

    “Harapannya semoga ikan di bendungan ini bisa terus dipertahankan dan berkembang,”imbuhnya.

    Kuliner di kawasan tersebut, lanjut Mas Dhito, juga mengambil hasil ikan dari Sungai Brantas. Sehingga, perlu dilakukan upaya-upaya untuk menjaga populasi ikan lokal.

    Terpisah, Sekretaris Dinas Perikanan Kabupateb Kediri, Anto Riandoko menjelaskan pihaknya juga tengah mempersiapkan ikan yang masih dalam proses budidaya untuk kembali ditebar di sumber daya air lain.

    “Kita sedang budidaya dan tangkarkan. Kemudian ditebar di titik lainnya,”ucapnya

    Lanjut Anto, mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kediri membentuk Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) perairan umum yang bertugas untuk mengawasi dan mengingatkan masyarakat agar tidak merusak sumber daya air yang dimiliki.

    “Kita bentuk dari masyarakat sekitar. Tugasnya nanti mengawasi kalau ada orang yang pakai racun atau nyetrum,” pungkasnya.(adv kominfo/abi)

    Reporter : Moch Abi Madyan

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2022 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan