Minggu, 2 Oktober 2022
25 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaBalap Karung ODGJ Liponsos Meriahkan 77 Tahun Kemerdekaan RI

    Balap Karung ODGJ Liponsos Meriahkan 77 Tahun Kemerdekaan RI

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Dinas Sosial Kota Surabaya menggelar berbagai lomba bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di UPTD Liponsos Keputih Kota Surabaya. Balap karung menjadi salah satu lomba menarik dalam menyambut HUT ke-77 tahun Kemerdekaan RI.

    “Dalam rangka HUT Kemerdekaan tahun ini, kami menggelar berbagai lomba di UPTD Keputih. Lombanyatentu saja dikhususkan buat ODGJ. Kemarin sudahkami lombakan makan kerupuk dan hari ini balap karung. Semua yang menonton, bahkan peserta lomba pada heboh pokoknya,” imbuh Kepala Dinsos Kota Surabaya, Anna Fajriatin, Kamis (4/8/2022).

    Menurut Anna, tujuan digelarnya perlombaan ini adalah untuk mengajak para penghuni UPTD Liponsos Keputih Kota Surabaya agar tetap mencintai Bangsa Indonesia. Sebab, digelarnya aneka kegiatan perlombaan, seperti makan kerupuk, balap karung, estafet sarung, hingga balap bakiak.

    Baca juga :  Khofifah Kunjungi Pasar Soponyono Pastikan Harga Bahan Pokok Tetap Stabil

    “Akan banyak agenda Proklamasi. Selain di Liponsos, ada di UPTD Kalijudan, dan Kampung anak negeri. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah warga binaan Liponsos Keputih dari barak A sampai E dan semuanya dari teman-teman ODGJ, total yang terlibat 70 orang dari 665 penghuni,” ujar dia.

    Selain perlombaan untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI, Anna menjelaskan bahwa kegiatan sehari-hari di lingkungan UPTD Liponsos Keputih Kota Surabaya adalah memberdayakan ODGJ. Salah satunya, melakukan pelatihan pembuatan kalung peluit.

    “Kami memberdayakan ODGJ yang hampir pulih, sebanyak 20 orang untuk membuat kalung yang diberi peluit. Pelatihan ini setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat. Kita manfaatkan untuk dibagikan kepada anak-anak penyandang disabilitas, terutama tuna wicara, yakni dengan memberikan edukasi tentang peluit,” jelas dia.

    Baca juga :  LaNyalla Ingatkan Pemerintah soal Mafia Tanah dan Reforma Agraria

    Anna menjelaskan, bahwa 20 ODGJ yang diberdayakan dalam keadaan baik, karena mereka juga melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Mulai dari menyiram tanaman, pengolahan pupuk kompos, hingga melakukan ternak maggot.

    “20 ODGJ yang diberdayakan tersebut tidak memiliki keluarga. Kemudian, jika MBR, di dalam UPTD juga dilakukan padat karya untuk warga binaan. ODGJ ini sama dengan kita, kita kontrol aktivitas makan, dan perlakuannya juga sama seperti kita,” terang dia.

    Meski demikian, ia juga berterima kasih kepada Kementerian Sosial (Kemensos) RI yang turut memberikan intervensi kepada para penghuni UPTD Liponsos Keputih Kota Surabaya. Sebab, para ODGJ tersebut tidak hanya berasal dari warga ber-KTP Kota Surabaya.

    Baca juga :  PD Pasar Surya dan RPH Diminta Berkolaborasi

    “Awalnya sekitar 800 lalu dibantu oleh Kemensos, ada juga yang diambil oleh Kemensos dan dipulangkan. Ternyata tidak hanya dari Surabaya, ada yang dipulangkan dan keluarganya diberikan bantuan agar keluarga bisa berdaya, jadi tidak asal dipulangkan,” ungkap dia.

    Di sisi lain, parameter kesembuhan para ODGJ di UPTD Liponsos Keputih Kota Surabaya juga ditentukan oleh dokter spesialis kejiwaan. tidak diperbolehkan dirawat di UPTD Liponsos Keputih Kota Surabaya, maka akan diarahkan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Provinsi Jawa Timur.

    “Parameter sembuh ini ditentukan oleh dokter spesialis jiwa. Jika tidak memungkinkan untuk dirawat di Liponsos, kita akan rujuk ke RSJ Menur,” katanya. (*)

    Reporter : wetly

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan