Selasa, 16 Agustus 2022
27 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaPemkot Surabaya Antisipasi Penyebaran Virus Flu Burung

    Pemkot Surabaya Antisipasi Penyebaran Virus Flu Burung

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya melakukan antisipasi pencegahan dan penyebaran virus Avian Influenza (AI) atau flu burung.

    Salah satu langkah yang kini ditempuh DKPP yakni dengan deteksi dini terhadap mata rantai penyebaran virus tersebut. Caranya, mengambil beberapa sampel unggas yang dijual di pasar tradisional Kota Pahlawan. Terutama di pasar yang menjual unggas hidup.

    “Kita melakukan dua cara yaitu swab lingkungan dan swab orofaring. Swab lingkungan pengambilan sampel pada peralatan yang digunakan pedagang karkas ayam, sedangkan swab orofaring itu dilakukan pada unggas hidup yang dijual oleh pedagang,” ungkap Kepala DKPP Antiek Sugiharti, Kamis (21/7/2022).

    Baca juga :  Dandan Omah MBR di Surabaya Sudah Capai 300 Unit

    Menurutnya, swab itu dilaksanakan selama tiga hari, mulai 19-21 Juli 2022. Pasar yang didatangi tim DKPP Surabaya, antara lain adalah pasar yang dikelola Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya, yaitu Pasar Gayungsari, Pasar Wonokromo, Pasar Kembang, Pasar Keputran Selatan, Pasar Dukuh Tembok, Pasar Pegirian, Pasar Pabean, dan Pasar Babaan.

    Selain itu, ia juga menyebutkan pasar lain di luar pengelolaan PD Pasar Surya. Misal, Pasar LKMK Pagesangan, Pasar Dukuh Menanggal, Pasar Yamuri, Pasar LKMK Semolowaru, dan Pasar Menur.

    “Pengambilan sampel unggas ini merupakan tahap pertama. Kita melakukannya setahun minimal dua kali dan kita juga memiliki program vaksin serta desinfeksi unggas yang diternak oleh masyarakat,” terangnya.

    Baca juga :  Ciptakan Ekosistem Literasi, Guru di Surabaya Didorong Menulis Buku

    Pada saat pengambilan sampel unggas, lanjut Antiek, DKPP Surabaya memahami dengan Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates Yogyakarta. Setelah pengambilan sampel, selanjutnya akan digunakan sebagai pijakan untuk melakukan penanganan apabila ditemukan kasus.

    Antiek menambahkan, dalam pengambilan sampel unggas ini juga melakukan sosialisasi kepada pedagang unggas. Sosialisasi itu menyampaikan tentang ciri-ciri flu burung, dan bagaimana upaya perawatan unggas agar tidak terkena virus tersebut.

    “Oleh karena itu, kami mengimbau semua pihak, terutama pedagang unggas hidup, untuk bersama-sama mewaspadai virus ini. Agar warga Kota Surabaya khususnya terhindar dari penyebaran flu burung, tersebut,” ujarnya. (*)

    Reporter : wetly

    Penulis :

    Editor :

    Redaktur :

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan