Sabtu, 20 Agustus 2022
24 C
Surabaya
More
    Jawa TengahLomba Burung Berkicau Diharapkan Bantu Gerakkan Ekonomi Kudus

    Lomba Burung Berkicau Diharapkan Bantu Gerakkan Ekonomi Kudus

    KUDUS  (WartaTransparansi.com) – Bupati Kudus, Jawa Tengah Hartopo berharap lomba burung berkicau tingkat nasional yang digelar Kota Kudus dapat membantu menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar, terutama para peternak burung berkicau.

    “Peserta lomba burung berkicau ini tidak hanya diikuti peserta dari lokal Kudus, melainkan dari berbagai daerah di Tanah Air,” kata Bupati Kudus Hartopo Selesai membuka lomba burung berkicau memperebutkan Piala Bupati Kudus di Stadion Wergu Kudus, Minggu.

    Dengan jumlah peserta yang cukup banyak, kata dia, tentunya dapat menjadi daya tarik wisata di Kabupaten Kudus.

    Selain itu, imbuh dia, lomba tersebut juga dapat ikut menggerakkan para pelaku UMKM karena di sekitar stadion banyak yang berjualan aneka makanan maupun produk UMKM khas Kudus lainnya.

    Baca juga :  Menko PMK Muhadjir Agustusan di Pesantren Ngruki

    Menurut dia, lomba burung berkicau tingkat nasional ini juga yang pertama setelah masa pandemi COVID-19. Dalam pelaksanaannya pun tetap menerapkan protokol kesehatan meskipun kasusnya saat ini mulai melandai.

    Ketua Panitia Lomba Burung Berkicau Lila Kalifa membenarkan bahwa lomba burung berkicau tingkat nasional ini merupakan yang pertama setelah masa pandemi COVID-19.

    Sementara jumlah tiket untuk mengikuti perlombaan yang terjual, kata dia, untuk sementara berkisar 950 lembar dan masih dapat bertambah karena masih membuka penjualan tiket perlombaan.

    Ajang perlombaan tersebut, melibatkan tim juri NZR (Nazaro) Indonesia.

    Lomba burung berkicau tersebut dibagi menjadi enam kelas dengan 34 sesi perlombaan, dengan hadiah utama mobil Honda Jazz dan Stream serta Piala Bupati Kudus.

    Baca juga :  Menko PMK Muhadjir Agustusan di Pesantren Ngruki

    untuk biaya pendaftaran lomba mulai dari Rp150 ribu hingga Rp5 juta.

    Banyaknya peserta yang mengikuti ajang tersebut, tidak terlepas dari banyaknya pecinta burung berkicau serta peternak. Bahkan, jumlah komunitas yang ada di Kudus dapat mencapai 40-an komunitas.

    Sementara jumlah gantangan (tempat untuk mengonteskan burung) yang setiap hari beroperasi berkisar antara tujuh hingga 10 tempat.

    “Mudah-mudahan dapat membangkitkan iklim usaha di bidang budidaya burung berkicau maupun pelaku UMKM lainnya, seperti penjual perlengkapan burung hingga pakannya,” katanya. (*)

    Reporter :

    Penulis :

    Editor :

    Redaktur :

    Sumber : Antara

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan