“Tentu kegiatan seperti ini terus berkelanjutan, selain untuk membangun wawasan kebangsaan dan nasionalisme masyarakat, sekaligus mewujudkan RPJMD visi dan misi Bapak Wali Kota Eri Cahyadi dalam membangun Kota Surabaya,” ucapnya.
Di tempat yang sama, Kaur Bin OPS Sat Intelkam Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Ipda Noky Widhiantoro mengatakan, dalam kegiatan ini ia memberikan beberapa materi wawasan kebangsaan dan nasionalisme, salah satunya soal menjaga kerukunan dan kepedulian dalam bermasyarakat.
Selain itu, Noky juga menyampaikan hal yang senada dengan Kepala Bakesbangpol Maria, yang tak kalah penting yaitu keinginannya untuk memberikan materi wawasan kebangsaan dan nasionalisme ini untuk anak – anak dan pemuda di Kota Surabaya.
“Ketika kita hidup di tengah masyarakat, tentu sangat penting sekali wawasan kebangsaan dan nasionalisme ini, terutama bagi anak – anak dan pemudanya. Karena apa? Saat ini itu rasa kepedulian, saling bergotong-royong masyarakat mulai pudar, maka dari itu waktunya kita bangkitkan kembali,” kata Noky.
Mengenai kurikulum PPKn yang mulai diwajibkan kembali pada tahun 2023 mendatang, Noky menyambut baik hal itu. Menurutnya, itu wujud dari perhatian pemerintah dengan generasi penerus bangsa agar semakin baik lagi ke depannya.
“Dengan kolaborasi seperti ini, antara Pemkot Surabaya dengan Polri juga bagian dari wujud kepedulian kita kepada generasi penerus bangsa dan menjadi pemimpin berikutnya,” ujarnya. **