Rabu, 30 November 2022
27.2 C
Surabaya
More
    LifeStyleJadi Pusat Wisata Kota, Jalan Protokol di Vietnam Rela Ditutup
    Laporan Djoko Tetuko dari Vietnam

    Jadi Pusat Wisata Kota, Jalan Protokol di Vietnam Rela Ditutup

    VIETNAM (WartaTransparansi.com) – Seperti “Kia-Kia” jaman menyulap kawasan Kembang Jepun Surabaya, menjadi pusat makanan dan jajanan, di Vietnam di salah satu pusat keramaian berdekatan dengan taman atau semacam alun-alun (Indonesia), sejumlah ruas jalan protokol ditutup untuk rekreasi keluarga.

    Di kawasan Go Pho Guyen sekitar pusat keramaian Trung ketika pukul 18:00 (sebelum maghrib waktu Vietnam) langsung ditutup sejumlah ruas jalan untuk wisata kota atau rekreasi keluarga, sehingga dalam waktu sekejap langsung dipenuhi warga Vietnam mulai balita sampai lansia.

    Bahkan, muda-mudi juga memanfaatkan suasana wisata kota, dengan berbagai aktifitas mulai ningkrong di coffe atau sekedar jalan bersama pasangan. Juga memenuhi Mall dan pusat berbelanjaan.

    Kawasan elite dengan sejumlah Mall ternama dan toko berbagai merk kesohor, juga menyediakan berbagai kebutuhan pokok maupun sekunder serta berbagai mainan anak-anak, coffe,
    dan pusat Ice crem, hiruk pikuk dengan suasana santai menikmati rekreasi tengah kota berbaur dengan wisatawan asing.

    Hana salah satu LO kontingen Indonesia sengaja mengajak nongkrong santai Sabtu (21/5/2022) malam Minggu di pusat keramaian itu. “Khusus hari Sabtu malam Minggu kawasan ini ditutup untuk wisata kota,” kata Hana.

    Haruna Soemitro yang sedang berpuasa Daud berbuka di Aha Coffe dengan menu degan utuh dan buah-buatan khas Vietnam. Suasana memang nampak santai dan begitu kekeluargaan.

    Anak-anak balita dipandu orangtuanya main mobil kecil dan motor kecil, juga balon-balon khas binatang serta makanan khas Vietnam.

    Yunus Nusi begitu menikmati suasana wisata keluarga itu, “Sayang di Jakarta gak ada wisata kayak begini dan begitu terbuka, serta menyenangkan bagi masyarakat,” ujarnya.

    Ahmad Riyadh bersama Muhammad Aiman Smeer menikmati jalan-jalan di Mall, dan sempat membeli souvenir Land Rover. “Kita melihat bahwa Vietnam ini sedang memberikan keleluasaan kepada publik untuk menikmati suasana malam dengan model jalan-jalan,” kata Riyadh.

    Pengamat kebijakan publik dan hukum media dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) melihat sisi positif, jalan keramaian dan protokol ditutup, kemudian diatur sedemikian rupa untuk memberikan ruang publik lebuh nikmat, aman, dan nyaman dengan wisata kota sederhana.

    Pusat keramaian di Indonesia perlu memikirkan ruang publik berdekatan dengan Mall serta pusat perbelanjaan, sehingga dari berbagai lapisan masyarakat dapat berbaur kenikmatan wisata kota.

    Di Indonesia, kata Doktor Lulusan Univeritas Utara Malaysia, masih di kelompokan di alun-alun atau tempat yang khusus hanya untuk permainan atau pedagang kaki lima dan menengah.

    “Di Surabaya sudah ada Tunjungan tetapi aksesnya masih dibuka, kurang bebas dan kurang luas. Ya tentu harus memikirkan wisata kota dengan mengutamakan kepentingan publik,” tuturnya, Minggu (22/5/2022) menjelang laga Garuda Muda lawan Malaysia. (JT)

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan