Melihat antusias dan lonjakan pemudik tersebut, Gubernur Khofifah menuturkan pentingnya manajemen angkutan di wilayah pelabuhan. Bukan hanya saat musim mudik-balik, tetapi juga keberlanjutannya sepanjang tahun, baik di darat, laut maupun udara.
“Ini menjadi penting bagaimana managemen angkutan tidak hanya saat lebaran dan liburan tapi angkutan berbasis laut, darat juga tentu juga yang berbasis udara, semua kita ingin memastikan _well managed_,” terangnya.
Khofifah ingin agar penerapan layanan pembelian tiket online bisa dimaksimalkan sehingga bisa semakin membantu dan memudahkan calon penumpang guna mendapatkan angkutan yang pasti waktunya pasti tempat duduknya dan aman sehat.
“Kita bisa melihat sendiri, bagaimana proses _online tikecting_ untuk penyeberangan itu sangat membantu masyarakat dalam mengakses tiket tanpa harus mengantri,” imbuhnya.
Lebih lanjut, dirinya menuturkan bahwa ketersediaan fasilitas yang mumpuni juga harus menjadi perhatian. Seperti fasilitas _Movable Brige_ yang ada di Pelabuhan Ketapang, dimana sangat memudahkan masyarakat.
“Yang kedua, di sini juga sudah disiapkan Bridge yang non movable dan movable. Semuanya berseiring, untuk memberikan percepatan dan kemudahan masyarakat baik yang menggunakan roda 4, roda 2 maupun tanpa mobil pribadi. Setiap 45 menit akan ada kapal penyeberangan yang berangkat Ketapang- Gilimanuk selama 24 jam begitu juga sebaliknya,” tuturnya.
Di akhir, dirinya menyampaikan terima kasih atas kerja keras semua pihak dalam pelaksanaan Mudik maupun Balik pada momen Lebaran Tahun 2022. Kesiapan dan kesigapan semua pihak jadi kunci sukses pelayanan masyarakat.
“Mudah-mudahan ini berseiring dengan Public Services yang bisa kita lakukan sebaik dan se-efektif mungkin sehingga masyarakat, baik yang sedang berlibur, atau balik, semuanya berjalan aman, lancar, sehat dan selamat sampai tujuan,” pungkasnya. (ais)





