Jumat, 21 Juni 2024
27 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSidoarjoGubernur Tekankan Pentingnya ASN Membangun Konektivitas Lintas Profesi

    Gubernur Tekankan Pentingnya ASN Membangun Konektivitas Lintas Profesi

    SIDOARJO (WartaTransparansi.com)Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menutup Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan IX,X,XI, dan XII Tahun 2022 Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jatim yang diselenggarakan di Hotel Sinar I, Jalan Raya Juanda, Kab. Sidoarjo, Jumat (29/4) malam. 

    Kepada para peserta, Khofifah berpesan agar jangan merasa menjadi yang ‘paling’ dalam suatu hal. Sebab, esensi dari sebuah pelayanan publik adalah konektivitas dan kemitraan bahkan dalam lintas profesi. 

    “Saya ingin mengingatkan kita semua agar jangan kita merasa menjadi yang ‘paling’. Sebab, saat kita merasa menjadi yang ‘paling’ saat itu juga sebenarnya adalah ‘nothing’. Karena yang ada itu adalah interpendensi, sinergi, kolaborasi, dan partnership. Jadi, seluruh profesi saling terkoneksi,” ucapnya. 

    Khofifah mencontohkan, bahwa dirinya sendiri tidak akan  bisa berjalan tanpa kolaborasi dengan pihak-pihak terkait. Banyak capaian dan program yang cukup prestigius , katanya, berasal dari kerjasama antara Pemprov  dan Forkopimda Jatim termasuk Pangdam V/Brawijaya, Kepala Polisi Daerah Prov. Jatim, serta OPD serta Forkopimkab/ kot.

    “Kami baru meninjau Rest Area 575 A di Ngawi. Di posnini  ada jajaran TNI, kepolisian, Dinas Kesahatan,  Perhubungan,sampai BPBD. Karena sebagian besar kematian dalam kecelakaan lalu lintas itu karena keterlambatan pelayanan. Inilah kenapa penting membangun konektivitas seintens mungkin untuk memberikan percepatan layanan. Sebab, itulah inti dari pelayanan publik,” terangnya. 

    Di samping itu, mantan Menteri Sosial RI itu juga menekankan pentingnya mengukur skala prioritas. Baginya, sesibuk apapun para ASN nantinya, keluarga harus tetap diperhatikan tentunya dengan membangun keseimbangan kewajiban sebagai abdi negara dan sebagai ibu rumah tangga atau bagi yang laki- laki sebagai kepala keluarga.

    Khususnya, bagi ASN  perempuan yang telah memiliki bayi. Yang mana, kebutuhan anak akan ASI ekslusif dan kehadiran ibu haruslah terpenuhi. Prinsip karir sukses,  ketahanan keluarga terjaga.

    “Banyak yang mengatakan tentang pentingnya ASI ekslusif.  ASI adalah hak anak, yang mana dari situ terbentuk hubungan psikologis ibu dan bayi. Maka, melalui ASI ini,  sesungguhnya kita sedang  membangun masa depan bangsa yang kuat dan berdaya saing,” imbuh Gubernur perempuan pertama Jatim itu. 

    Terkhusus kepada para ASN guru, Khofifah berpesan agar mereka senantiasa memiliki pemahaman komprehensif. Di mana, saat menjadi guru di bidang tertentu mereka harus menguasai bidangnya. Namun, status sebagai guru juga dituntut   menjadi sosok generalis yang terbuka memberikan pengayoman  kepada semua murid. (guh)

    Reporter : Teguh Safrianto

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2022 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan