Jumat, 12 Agustus 2022
25.7 C
Surabaya
More
    Jawa TimurMagetanDiana Sasa Laporkan Akun Facebook Andayani Sera
    Sebar Fitnah dan Pencemaran Nama Baik

    Diana Sasa Laporkan Akun Facebook Andayani Sera

    MAGETAN (WartaTransparansi.com) – Anggora DPRD Jawa Timur, Diana Amaliyah Verawatiningsih, melaporkan akun Fecebook Andayani Sera pada Polres Magetan atas tindakan fitnah dan pencemaran nama baik.

    Akun Facebook Andayani Sera telah mengunggah postingan yang berupa tuduhan tanpa dasar.

    “Saya mengadukan akun ini ke polisi karena telah difitnah secara terbuka. Tuduhan melalui postingan akun Andayani Sera sangat tidak berdasar. Nanti akan menjadi kebenaran versi dia jika saya tidak melawan dengan melakukan pembelaan,” ujar Diana Sasa, Kamis (21/4/2022).

    Menurut Diana, fitnah perselingkungan yang dilontarkan akun Facebook Andayani Sera tidak hanya melukai dirinya secara pribadi. Akan tetapi juga berkaitan erat dengan keluarganya, anak-anaknya, dan koleganya.

    Baca juga :  Potong Tumpeng Tandai Tasyakuran HUT Ke -5 PKP Pomad Jatim

    “Saya memiliki keluarga. Anak-anak saya kelak akan menemukan jejak digital saya. Saya tidak mau anak saya menganggap apa yang dia tulis itu sebagai fakta,” jelasnya.

    Karena itu, dia akan menempuh jalur hukum untuk menolak segala fitnah dari akun Facebook Andayani Sera dan membela nama baiknya yang telah dicemarkan.

    “Selama ini tidak ada yang mau speak up, berbicara, tentang postingan di akun tersebut bahwa apa yang diungkap itu hoaks. Karena itu, kebenaran harus diungkapkan. Saya berprinsip satyam eva jayathe,” terangnya.

    Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur juga meminta Kepolisian Resort Magetan untuk bekerja secara profesional dan berintegritas. Sehingga, jelasnya, hukum harus diproses dan ditegakkan seadil-adilnya.

    Baca juga :  Lestarikan Budaya Komunitas Reog Gagrak Anyar Magetan Melalui Pentas Seni

    “Saya berharap penegak hukum bekerja secara profesional. Bukti capture postingan sudah ada. Siapa yang ditandai oleh akun itu juga nampak. Siapa berkomentar juga ada. Kami simpan semua tangkapan layar komentar positif yanh dihapus oleh AS. Saya tinggal nunggu, sejauh mana para penegak hukum bergerak untuk memproses pengaduan saya,” terangnya.

    “Kasus ini harus menjadi pelajaran kita semua, bahwa bermedia sosial itu harus bijak dan hati-hati. Tidak bisa sebar fitnah atau ujaran kebencian sembarangan. Justru sebaliknya, kita harus perangi hoaks dan ujaran kebencian,” tandasnya. (rud)

    Reporter : Rudy Ardi

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan