Diceritakan Mariani, ketika itu ada cukup banyak warga yang terdaftar dalam program BPNT itu kurang percaya pada jumlah atau bobot barang komodinas pangan yang diterimannya dari E Warung. Makanya, meraka melakukan aksi penimbangan secara mandiri. Alhasil, berat barang tersebut ternyata ditnilai tidak sesuai.
” Karena kurang yakin atau tidak percaya , akhirnya sama teman teman barangnya ditimbang ulang semua. Daya pun juga melakukan hal yang sama. Hasilnya, berat barang itu tidak sesuai. Contonya,
Kalau beras 10 kilogram, telur harusnya mendapatkan 1 kilogram namun yang didapatkan hanya 9 ons, terus buah tidak ada 1 kilogram. Untuk harga telur harusnya Rp 15 ribu, tapi di E Warung dijual Rp 18 ribu. Kentang yang harusnya Rp 6 ribu dijual Rp 8 ribu. Waktu itu pokoknya harga barangya dinaikan semua,” urainya.
Senada dengan Mariani, KPM Kelurahan Burengan lainnya, Peni Rahayu mengatakan, dirinya memperoleh sejumlah komoditas pangan dari E Warung Surya Agung semenjak sebelum pandemi Covid 19 terjadi.
Dia menerima bantuan sebesar Rp 200 ribu, awalnya mengambil sebulan sekali, seiring berjalanya waktu, program tersebut berubah dan diambil selama 3 bulan sekali. Bahkan diduga menurutnya ada beberapa kejanggalan terjadi pada barang yang telah ia terima dari E Warung.
” Ketika mendapatkan bantuan beras selang beberapa hari sudah mulai nonoren (rusak.red) ada kutunya, dibungkus dalam sebuah sak. Terkadang kondisi telur yang saya terima dalam wadah plastik ada yang bau busuk, ada juga yang bagus,” urainya.
Tak hanya itu, pengalaman selama memperoleh komoditas pangan dari E Warung, dinilainya selain kualitas barang yang tidak sesuai, jumlah barang juga berkurang setelah dirinya melakukan penimbangan barang secara mandiri pada Desember 2021 bersama sejumlah warga KPM setempat dikarenakan adanya kejanggalan.
” Beras yang saya terima 10 Kilogram, telur harusnya 1 kilogram tapi yang saya terima hanya 8,5 sampai 9 ons, Daging sapi dan ayam tidak mencapai 1 kilogram. Pokoknya semua tidak sampai 1 kilogram,” tegasnya.
Terakhir, Ibu rumah tangga yang akrab disapa Peni menambahkan, dengan berubahnya mekanisme penyaluran BPNT oleh pemerintah. Dirinya menyambut baik kebijakan tersebut karena dirasa lebih menguntungkan masyarakat khususnya KPM.
” Bisa memilih sendiri seperti di E Warung sesuai kebutuhan seperti beli telur bisa memilih sendiri dengan kualitas yang bagus,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Kementerian Sosial (Kemensos), kini mengubah mekanisme penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT). Mulai triwulan pertama 2022 ini, para keluarga penerima manfaat (KPM) akan mendapatkan uang tunai yang didistribusikan melalui PT Pos Indonesia. (ABI)





